Senin, 24 Februari 2020

Kelom Geulis, Ikon Tasikmalaya yang Menolak Habis

- 19 Januari 2020, 21:28 WIB
DERETAN kelom terpajang di sejumlah galeri di Jalan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu 12 Januari 2020. Kondisinya sejumlah kerajinan khas dan ikon Tasikmalaya kini terpuruk.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sepinya pembeli tak menyurutkan semangat para pemilik galeri dan perajin kelom geulis Kota Tasikmalaya untuk bertahan. Beragam cara dilakukan agar kerajinan khas Tatar Sukapura itu masih bisa menarik minat para pembeli.

Salah satunya melalui promosi via media sosial seperti yang dilakukan Sheny Kelom Geulis. Galeri yang telah berdiri sejak 1986 tersebut sadar betul, promosi tak hanya bisa dilakukan dengan metode konvensional atau hanya sekadar tunggu pembeli saja.

Melalu media sosial, promosi produk-produk kelom bisa lebih menyebar dan diketahui masyarakat. Ikhtiar lain adalah menjadi peserta berbagai pameran. "(Kalau) pameran suka bawa barang," ucap‎ Sandi Permana, 26 tahun, pengelola Sheny Kelom Geulis saat ditemui di galerinya, Jalan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu 12 Januari 2019.

Baca Juga: Kalahkan Hanoi FC, Pelatih Persib Bandung Sebut Ada Skenario yang Meleset

Meski demikian, Sandi mengaku hanya ikut serta dalam pameran jika kegiatannya masih berlangsung di wilayah Jawa Barat. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko rugi karena stok yang tersedia pun terbatas.

Guna menarik lebih banyak minat pembeli, Sheny Kelom Geulis juga mengikuti model-model sepatu dan sandal yang tengah digandrungi masyarakat. ‎"Dari mode tetap harus update mengikuti zaman," ujarnya.

Tak heran, Sheny kerap menjajal sejumlah desain kelom agar produknya tetap kekinian. "Seperti (kelom) high heels (kelom hak tinggi)," ujarnya.

Baca Juga: Temuan Batu Susun Mirip Candi, Warga Minta Penelitian Arkeologi

Selain bentuk, pemasangan aksesoris untuk mempercantik kelom juga disesuaikan dengan selera masyarakat. Sheny, lanjut Sandi, terkadang memasang bling-bling pada produknya. Upaya memikat konsumen memang menjadi keniscayaan agar usaha salah satu pelaku usaha kelom tua di Tasikmalaya tersebut tetap eksis.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X