Kamis, 27 Februari 2020

BNPB: Longsor di Bogor seperti Es Krim yang Meleleh

- 18 Januari 2020, 18:37 WIB
BUPATI Bogor Ade Yasin, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono saat mengecek lokasi bencana di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 18 Januari 2020.* /ANTARA/Humas Pemkab Bogor

PIKIRAN RAKYAT - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo mengibaratkan longsoran di Kecamatan Sukajaya yang berlokasi di kawasan Gunung Halimun, Kabupaten Bogor, seperti es krim meleleh. Pasalnya bencana ini menyebabkan ribuan titik longsor.

"Di Sukajaya dan beberapa titik Jasinga itu longsornya sangat masif, bahkan kalau kita pinjam istilah itu seperti es krim yang meleleh, jumlahnya mencapai ribuan titik," ujarnya usai meninjau lokasi bencana di Kabupaten Bogor dari helikopter bersama Bupati Bogor Ade Yasin, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, serta Ditjen KLHK, Sabtu 18 Januari 2020.

Menurutnya, berdasarkan kajian bersama Badan Geologi, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ada tiga penyebab utama terjadinya longsor dan banjir bandang di wilayah Barat Kabupaten Bogor itu.

Baca Juga: Politisi Demokrat Sebut Mafia Migas seperti Hantu Genderuwo, Belum Ada yang Bisa Digigit Pemerintah

"Persoalannya adalah yang berhubungan dengan masalah tambang, kedua ilegal loging, kemudian alih fungsi yang disebabkan untuk perkebunan pertanian juga permukiman," bebernya.

Doni mengaku sengaja mengajak lintas instansi bersama-sama meninjau lokasi bencana untuk menuntaskan permasalahan banjir dan longsor yang dianggapnya menjadi ancaman rutin.

"Banjir, banjir bandang, juga tanah longsor ini hampir pasti, setiap tahun, dua tahun, tiga tahun, lima tahun sekali pasti terjadi, ancaman yang rutin. Jadi kalau boleh kita mengatakan ini ancaman yang bersifat permanen, maka kita cari penanganan yang permanen, tidak lagi solusi parsial," tutur Doni, dilansir Antara.

Baca Juga: Saat Kebakaran Hutan Masih Merajalela, Australia Juga Dihantam Badai Petir dan Banjir

Langkah awal, ia mengaku sudah mendatangkan sejumlah pakar seperti pakar tanaman vetiver, dan pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk memberikan masukan lokasi yang tepat penanamannya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X