Minggu, 29 Maret 2020

Tasikmalaya Ternyata Kaya dengan Peninggalan Masa Purba, Terbuka untuk Dikunjungi Wisatawan

- 17 Januari 2020, 20:14 WIB
PENGUNJUNG menikmati pemandangan Batu Mahpar di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Batuan Mahpar merupakan jejak magma letusan Gunung Galunggung tempo dulu yang membatu dan kini menjadi objek wisata.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

Letak situ-situs yang berada di bawah Galunggung terkait pula dengan orientasi kepercayaan atau penyucian terhadap gunung di masa lalu. "Semua bentuk punden di kawasan itu berorientasi ke Mahameru Galunggung," ucap Agus.

Baca Juga: Beri Empat Arahan Soal Piala Dunia 2021, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Pertandingan Terlambat

Tak hanya Walahir, Tasikmalaya memiliki lingga yoni. Benda bersejarah tersebut ditemukan di puncak bukit bernama‎ Gunung Kabuyutan di Kampung Sindanglengo, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Lingga yoni merupakan perlambang pemujaan Hindu Saiwa di Tasikmalaya pada masa silam. Diperkirakan, ada‎ komunitas pemeluk Hindu Saiwa di kawasan Indihiang di masa silam. Konsep kepercayaan komunitas tersebut merupakan perpaduan dengan pemujaan arwah leluhur.

Nama Indihiang sebagai lokasi keberadaan lingga yoni punya kaitan dengan keberadaan komunitas dan peninggalan kepurbakalaannya. Komunitas itu mungkin berasosiasi dengan perkembangan Kerajaan Galuh di sekitar Priangan Timur.‎ Lingga Yoni pun merupakan bentuk pemujaan atas kesuburan lahan di kawasan tersebut.***

loading...
Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X