Jumat, 3 April 2020

Tasikmalaya Ternyata Kaya dengan Peninggalan Masa Purba, Terbuka untuk Dikunjungi Wisatawan

- 17 Januari 2020, 20:14 WIB
PENGUNJUNG menikmati pemandangan Batu Mahpar di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Batuan Mahpar merupakan jejak magma letusan Gunung Galunggung tempo dulu yang membatu dan kini menjadi objek wisata.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Menjelang libur akhir pekan, Kabupaten Tasikmalaya punya destinasi wisata kebudayaan dan sejarah purba tentang peristiwa kebumian dan budaya di wilayahnya. Ketimbang foto-foto selfie tetapi enggak nambah ilmu, mending datang dan melihat destinasi wisata mengasyikan itu.

Destinasi wisata pertama adalah Batu Mahpar di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya. Jejak letusan Gunung Galunggung tak hanya merobohkan separuh dinding gunungnya yang menyebabkan terbentuk perbukitan. Aktivitas gunung tersebut juga menghasilkan hamparan bebatuan elok di kakinya. Batuan tersebut merupakan magma yang membeku setelah mengalir.

Irev Jundulloh, peneliti geologi asal Tasikmalaya menuturkan, Batu Mahpar terbentuk dari letusan nonledakan.‎

Baca Juga: Irfan Hakim dan Panji Petualang Terkesan dengan Kebun Binatang Baru di Bandung Barat

"Mekanisme nonledakan disebabkan oleh sedikitnya akumulasi gas, sehingga tidak menghasilkan ledakan, tetapi magma masih ke luar permukaan dan mengalir," kata Irev.

loading...

Ketika mengalir, bagian permukaan magma membeku dahulu. Sedangkan bagian dalamnya masih berupa lautan magma.

‎"Batu Mahpar termasuk produk Galunggung tua, seluruh kegiatan Galunggung Tua diperkirakan antara 50.000-10.000 tahun yang lalu," ujar Irev.

Baca Juga: Ingat, Kepala Daerah Dilarang Mutasi ASN Jelang Pilkada Serentak 2020

Kini, seluruh magma Galunggung tua tersebut telah membatu. Pengunjung tak perlu khawatir bakal ada magma yang menyembul dan mengalir kembali di sana. Dari hasil penginderaan jauh, Irev menaksir hamparan Batu Mahpar memiliki panjang dengan kisaran 400 meter.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X