2,1 Ton Kue Keranjang untuk Tahun Baru Imlek

- 17 Januari 2020, 10:14 WIB
PARA pegawai membuat kue keranjang atau dodol Cina di Desa Karangasih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Kamis, 16 Januari 2020. Menjelang Imlek, permintaan kue keranjang meningkat pesat.* / TOMMI ANDRYANDY/PR

Baca Juga: Meski Telah Bercerai, Gading Marten Tetap Kompak Rayakan Ulang Tahun Gempita Bersama Gisella

“Saya tidak berani macam-macam. Itu kan dari mulai beras, digiling, dikukus tidak sembarangan. Makanya selalu minta izin ke leluhur supaya berkah,” ucap dia.

Selain menjaga tata cara sesuai kepercayaan, Candra pun menjaga keaslian bahan yang digunakan.

Kue keranjang produksinya terbuat beras ketan yang dicampur dengan gula yang dimasak tanpa bahan pengawet. Bahkan saat kue dikukus menggunakan lima tungku berdiameter sekitar 1,5 meter, Candra memilih kayu bakar.

“Kalau dari awalnya memang dari kayu bakar, sampai sekarang. Di pabrik bisa saja pakai pembakaran, pakai minyak tapi rasanya juga ada kayak dari minyak begitu,” ucapnya.

Baca Juga: Seorang Anak Luka Parah dan Kampung Porak Poranda akibat Puting Beliung dan Banjir di Garut

Candra mengatakan, dalam membuat kue keranjang, tidak hanya sekadar memasak tapi menjaga tradisi yang diwariskan. Itu yang akan terus dia jaga.

Karena, selain sebagai kudapan, kue keranjang pun bagian dari tradisi yang bahkan digunakan untuk beribadah.

“Maka sejauh saya membuat ini, tradisi terus dijaga. Tidak hanya cara membuatnya tapi cara memakannya. Tradisi yang kami percayai, kue keranjang baru dapat dimakan menjelang cap go meh. Tujuannya keberkahan,” ucap dia.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X