Sabtu, 28 Maret 2020

2,1 Ton Kue Keranjang untuk Tahun Baru Imlek

- 17 Januari 2020, 10:14 WIB
PARA pegawai membuat kue keranjang atau dodol Cina di Desa Karangasih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, Kamis, 16 Januari 2020. Menjelang Imlek, permintaan kue keranjang meningkat pesat.* / TOMMI ANDRYANDY/PR

Baca Juga: Unggah Foto Ulang Tahun Gempita, Kekasih Gisella: Uncle Always Support You

“Kalau kue keranjang ini sistemnya bukan satuan tapi dijual per kilogram. Jadi kalau waktu awal-awal cuma beberapa kilogram, sekarang kami buat 2,1 ton kue setiap hari karena yang mesan banyak. Kalau dihitung, berarti ada sekitar 6.300 buah kue. Karena satu kilogram itu isinya tiga buah,” ucap dia.

Selain kue keranjang, Candra pun memproduksi kue susun yang biasa digunakan untuk jamuan beribadah. Baik kue keranjang atau kue susun, Candra menjualnya Rp 30.000 per kilogram.

“Karena memang isinya sama, itu-itu juga. Cuma kalau kue susun dibentuk, disusun. Ada yang isinya tiga, lima, tujuh atau sembilan, pokoknya ganjil,” ucap dia.

Berbekal usaha hampir 25 tahun, Candra sudah memiliki cukup pelanggan tetap. Ribuan kue keranjang buatan Candra pun banyak dikirim ke berbagai kota seperti Jakarta, Bogor dan Bandung menjadi pasar terbesar.

Baca Juga: Sempat Viral Karena Batu Ajaibnya, Ponari Lamar sang Kekasih Rajai Trending di Twitter

loading...

“Pernah sampai ke Belanda tapi ya baru sekali. Paling banyak Bandung yang pesan. Kan mungkin banyak vihara di sana. Kemudian kalau di Cikarang sendiri justru sedikit. Makanya yang banyak itu dikirim ke luar kota,” ucap pria yang memiliki nama lain, Tan Cen In ini.

Mewarisi usaha orang tua, Candra mengaku tidak sembarang membuat kue terlebih bahan dasar kue yakni beras.

Dalam tradisiya, Candra memercayai beras maupun hasil bumi merupakan hal yang perlu perlakukan dengan baik.

Untuk itu, sesaat sebelum memasak, Candra selalu sembahyang dengan maksud meminta izin.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X