Kamis, 23 Januari 2020

77% Perceraian di Depok Diajukan Istri, Medsos Bisa Jadi Penyebab

- 16 Januari 2020, 20:44 WIB
SUASANA Kantor Pengadilan Agama. Dari seluruh angka perceraian di Kota Depok, 77% diajukan oleh istri.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

PIKIRAN RAKYAT - Jumlah duda dan janda di Kota Depok semakin banyak, menyusul jumlah perkara perceraian yang kian meningkat dalam beberapa tahun belakangan.

Dimulai pada 2017, jumlah perkara perceraian tercatat sebanyak 3.087 pasangan. Angka itu kemudian naik menjadi 3.525 pasangan pada tahun 2018. Lalu, puncaknya pada tahun 2019, sebanyak 3.664 pasangan suami istri memilih berpisah. 

Menurut Humas Pengadilan Agama Depok, Dindin Syarief, perceraian pada 2019 didominasi oleh cerai gugat sebanyak 2.799 perkara dan cerai talak sejumlah 865 perkara. 

“Ada 77 persen cerai gugat yang dilayangkan perempuan dan 23 persen cerai talak oleh suami," katanya saat ditemui di kantor Pengadilan Agama Kota Depok, Kamis 16 Januari 2020. 

Baca Juga: Yuk, Percantik Penampilan Diri Sambut 2020 dengan Promo dari Traveloka Xperience!

Dindin menjelaskan, ada 3 faktor penyebab utama di balik masifnya perceraian yang terjadi pada 2019, yaitu KDRT, meninggalkan salah satu pihak, dan pertengkaran secara terus-menerus. 

"KDRT ada sebanyak 43 perkara, meninggalkan salah satu pihak dengan 425 perkara, dan yang terbanyak karena pertengkaran secara terus-menerus, 2861 perkara," ucapnya.

Dikatakannya, mayoritas warga yang mengajukan cerai karena pertengkaran berkelanjutan ditengarai oleh penggunaaan media sosial.

Baca Juga: Berkat Instruksi Bupati, Hasil Zakat Profesi ASN KBB Tembus Rp 2,4 Miliar

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X