Sabtu, 6 Juni 2020

Razia LGBT di Depok: PKS Sebut Religius, PDIP Anggap Konyol

- 16 Januari 2020, 18:38 WIB
ILUSTRASI LGBT. PKS dan PDIP berbeda pendapat dalam menanggapi kebijakan razia kaum LGBT di Kota Depok.* /REUTERS

"Menurut saya konyol. Secara teknis, bagaimana Pemkot merazia LGBT? Tentu akan sulit membedakannya. Bukan berarti sepasang jenis yang tinggal dalam satu atap dicurigai berbuat penyimpangan seksual," katanya saat dihubungi melalui saluran telefon, Kamis 16 Januari 2020.

Kebijakan merazia LGBT hingga ke apartemen dan kos-kosan, menurut Ikravany, hanya makin memperparah stigma dan melanggengkan diskriminasi yang diderita kelompok minoritas.

"Pak Wali Kota Depok ini tak paham fenomena LGBT. Karena selama ini hanya pakai pendekatan agama, bahwa LGBT adalah hal yang melanggar nilai religius. Bukan urusan wali kota mengurusi dosa warganya, tapi cari tau akar masalahnya," ucapnya.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Pembacokan Pelajar di Cicendo Ternyata Salah Sasaran

Dia menjelaskan, fenomena LGBT muncul karena dua hal yakni masalah sosial dan genetik.

"Secara sosial, misal dalam lingkungan keluarga. Laki-laki yang cenderung menjadi homoseksual biasanya akibat perilaku kekerasan dari orang tua. Artinya, homoseksual terjadi karena pengaruh kondisi sosialnya, kata Ikravany.

Pemkot, kata dia, seharusnya memahami masalah sosial tersebut sebagai akar masalah di balik fenomena LGBT. Pemkot harus menjamin bahwa tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya.

 

Kemudian secara genetik, lanjut Ikravany, otak manusia sedari lahir memiliki dua sisi berbeda, antara yang heteroseksual dan homoseksual.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X