Rabu, 29 Januari 2020

Nasib Kelom Geulis dan Sejumlah Kerajinan Ikon Khas Tasikmalaya Terpuruk

- 15 Januari 2020, 10:24 WIB
DERETAN kelom terpajang di etalase toko, Jalan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu, 12 Januari 2020. Kondisinya sejumlah kerajinan khas dan ikon Tasikmalaya kini terpuruk.* /BAMBANG ARIFIANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah ikon kerajinan khas Tasikmalaya dalam kondisi terpuruk saat ini. Sepinya pembeli hingga tak adanya regenerasi menjadi penyebab kondisi tersebut.
Kondisi tersebut dialami pelaku usaha dan perajin kelom geulis, mendong dan batik Sukapura.

Sebagai‎ salah satu ikon Kota Tasikmalaya, nasib pelaku usaha kelom geulis justru terpuruk.
Serbuan sandal dan sepatu impor dengan harga murah yang masuk pasar dan toko lokal, membuat kelom makin terpinggirkan. Bahkan sejumlah galeri pelaku usaha kelom telah tutup atau beralih menjajakan produk lain lantaran sepinya pembeli.

Salah satu galeri kelom yang telah tutup adalah Kayungyun Kelom Geulis di JalanTamansari, Kota Tasikmalaya. Galeri tersebut kini menjual produk-produk pakaian. ‎

Baca Juga: LPSK Siap Lindungi Justice Collaborator Kasus Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Baru beberapa bulan kemarin (tutup)," kata Yani Supiani, 34 tahun, pemilik dan pengelola Kayungyun Kelom Geulis saat ditemui di galerinya, Minggu 12 Januari 2020.

Yani awalnya meneruskan usaha pembuatan dan penjualan kelom yang diwariskan ayahnya, Haji Ayung, 63 tahun. Sang ayah sudah lama bergelut dengan usaha tersebut sebelum memiliki galeri sendiri.

Namun putaran nasib berubah saat penjualan kelom anjlok dan omset menurun sejak 2014 hingga kini. Pengiriman kelom ke daerah-daeran lain juga kena imbas sepinya pembeli.

"Tidak ada permintaan sama sekali," ucapnya. Pun demikian dengan kehadiran wisatawan/pengunjung yang berbelanja langsung di tokonya.

Baca Juga: Tren Positif, Dominasi Suara PKS di Depok Diprediksi Warnai Pilkada Serentak 2020

Dalam sehari, Kayungyun paling banter hanya mampu menjual lima pasang kelom dengan omset Rp 250 ribu.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X