Baru 21 Hari Keluar Penjara, Cimot Ditangkap karena Jual Lagi Narkoba

- 14 Januari 2020, 16:42 WIB
WAKAPOLRES Cianjur Kompol Jaka Mulyana didampingi Kasatnarkoba AKP Ade Hermawan memperlihatkan barang bukti narkoba di Mapolres Cianjur, Selasa 14 Januari 2020. Sebanyak sembilan bandar narkoba berhasil dibekuk aparat kepolisian dari hasil operasi pertengahan Desember 2019 hingga Januari 2020.* /SHOFIRA HANAN/PR

PIKIRAN RAKYAT - Satnarkoba Polres Cianjur menangkap sebanyak sembilan bandar narkoba di awal 2020. Dua di antara pelaku diketahui merupakan residivis yang belum lama selesai menjalani hukuman, tapi kembali terlibat kasus narkoba.

Wakapolres Cianjur, Kompol Jaka Mulyana didampingi Kasat Narkoba Polres Cianjur, Ade Hermawan Mulyana mengatakan bahwa sembilan bandar itu ditangkap pada medio Desember 2019 hingga Januari 2020.

”Kami melakukan sembilan kali penangkapan, dengan barang bukti yakni sabu dan ganja. Seluruhnya diperoleh di wilayah Cianjur,” ujar Jaka, Selasa 14 Januari 2020.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Kapal Ikan Tiongkok Sudah Enyah dari ZEE Indonesia di Natuna

Ia menjelaskan, penangkapan kesembilan pelaku berinisial AR alias Cimot, WN, DE, IF, RAP, MR, ES, TBG, dan CS dilakukan khususnya di wilayah perkotaan dan beberapa daerah di Cianjur utara. Setidaknya, diperoleh barang bukti yaitu ganja sebanyak 1 kilogram dan sabu sebanyak 15 gram.

Menurut Jaka, barang haram tersebut diperoleh dari luar Cianjur. Sejumlah daerah di antaranya Sukabumi, Bogor, dan Bandung disebut menjadi wilayah pemasok narkoba tersebut.

”Dari sembilan pelaku, dua diantaranya yaitu Cimot dan TBG merupakan residivis. Cimot ini baru keluar 21 hari yang lalu dari Lapas sementara TBG baru sebulan yang lalu keluar, tapi keduanya kembali terciduk dengan kasus yang sama,” ucapnya.

Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Kapal Ikan Tiongkok Sudah Enyah dari ZEE Indonesia di Natuna

Lebih lanjut dikatakan, penangkapan pelaku kemungkinan ada kaitannya dengan jaringan di dalam lapas. Pasalnya, beberapa dari mereka melakukan operasi ‘tempelan’ dari Lapas. Dengan kata lain, masih ada jaringan narkotika yang mengendalikan dari dalam Lapas.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X