Kepsek SD di Salawu Tasikmalaya Akui 4 Tahun Diperas

- 13 Januari 2020, 19:20 WIB
SALAH seorang guru SMP Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka menunjukkan ruang kelas yang rusak, retak-retak, dan atapnya bergelombang beberapa waktu lalu. Di Kabupaten Majalengka ada 60 persen ruang kelas alami rusak parah dari jumlah 8.400 ruang kelas yang ada.* /TATI PURNAWATI

PIKIRAN RAKYAT - Terdakwa Ahmad Garniwa, telah memungut uang dari anggaran DAK sejak tahun 2015. Jadi pungutan tersebut sudah berlangsung hampir empat tahun.

Ahmad Garniwa adalah selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Salawu yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polres Tasikmalaya beberapa bulan lalu dan kini kasusnya disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Singaparna, Yayat Hidayat menyatakan dalam persidangan Rabu pekan kemarin  terungkap adanya pungutan tersebut ternyata sejak empat tahun lalu. Hanya saja para kepala sekolah enggan membeberkan masalah itu ketakutan dipindah atau kena sanksi.

Baca Juga: Anthony Sinisuka Ginting Berharap Bisa Buktikan Diri di Indonesia Master 2020

"Sidang kemarin saya tanyakan terus dan terus dikorek akhirnya tujuh saksi yang semuanya kepala sekolah mengakuinya pungutan itu sudah ada sejak lama," ujar Yayat Hidayat saat ditemui di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 13 Januari 2020.

Menurut Yayat dalam persidangan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Muhammad Razad,  tersebut, Saksi Darsono Senjaya Kepala SDN Sukamaju yang mengungkap pungutan tersebut.

Dalam kesaksiannya Darsono menyatakan saksi dan para Kepala SDN se kecamatan Salawu lainnya setelah melakukan pencairan Dana Bos Triwulan II TA 2018 di Bank BJB unit Salawu tanggal 8 Mei 2018 mendatangi Ruangan K3S Kecamatan Salawu yang berada di belakang kantor UPT Salawu.

Baca Juga: Keinginan Meghan Markle untuk Angkat Kaki dari Istana, Jadi 'Bom Nuklir' bagi Kerajaan Inggris

Dan kemudian seperti biasanya menemui Staf/Honor UPTD di Ruang K3S dan kemudian saksi diberi Faktur yang berisi item-item (barang dan kegiatan) yang harus dibayar dari Dana BOS. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X