Rabu, 26 Februari 2020

Hati-hati, Ada 800 Pramuwisata Ilegal di Bogor

- 13 Januari 2020, 10:39 WIB
LALU lintas kendaraan di akses wisata kawasan Bogor di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, belum lama ini. Diperkirakan terdapat sekitar 800 pramuwisata ilegal di kawasan Bogor dan sekitarnya.* /ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO

PIKIRAN RAKYAT - Saat ini, diperkirakan ada sekitar 800 tour guide atau pramuwisata ilegal yang beraktivitas di Bogor dan sekitarnya. Ratusan pramuwisata ilegal itu mengatasnamakan organisasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dengan menggunakan kartu anggota palsu.

Ketua DPC HPI Kabupaten Bogor, Deni Hamdani menuturkan bahwa menjamurnya orang-orang yang mengaku sebagai pramuwisata dan tergabung dalam HPI berawal dari dibentuknya divisi tour guide berbahasa Arab, beberapa bulan lalu.

"Sejak itulah, banyak orang-orang yang mengaku sebagai pramuwisata dengan keahlian bahasa Arab di Bogor. Mereka juga memakai kartu anggota HPI yang diduga palsu," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Pikiran Rakyat, Minggu, 12 Januari 2020.

Baca Juga: Sidang Suap Meikarta, Iwa Karniwa Pakai Rompi Jingga Dibawa Mobil Tahanan

Dugaan ratusan kartu anggota itu palsu, kata Deni, karena pihaknya hingga kini belum mengeluarkan sebanyak itu. Apalagi, untuk terdaftar sebagai anggota HPI, pramuwisata mesti mengikuti pendidikan dan pelatihan rutin yang digelar oleh HPI.

"Atas kondisi ini, kami sudah meminta ketua divisi (Arab) untuk mencegah agar kartu HPI palsu tidak meluas penggunaanya," ujar Deni.

Dia menambahkan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada DPD HPI Jabar. "Laporan ke DPD HPI Jabar juga sebagai langkah solusi. Kami ingin merangkul mereka-mereka yang memegang kartu HPI palsu, agar menjadi anggota resmi. Salah satunya dengan menggear diklat bagi mereka," katanya.

Baca Juga: Nekat Menyeberang di Jalan Tol, Seorang Pemuda Meninggal Tertabrak

Menurut Deni, DPC HPI Kabupaten Bogor pun telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder kepariwisataan Pemkab Bogor untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan atas banyaknya pramuwisata ilegal itu.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X