Sabtu, 4 April 2020

19.513 Pohon Rumput Vertiver Ditanam di Sepanjang Citarum, Akarnya Hampir Sekuat Baja hingga Bisa Tembus Bebatuan

- 12 Januari 2020, 15:01 WIB
SEBULAN terakhir, jajaran Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung memanfaatkan teknologi drone untuk upaya menjaga ekologi Sungai Citarum, dengan melakukan monitoringperkembangan anak sungai dan titik kumpul sampah di wilayah Majalaya, termasuk pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan limbah cair pabrik tekstil.*/GALAMEDIA /null

PIKIRAN RAKYAT - Memiliki kekuatan akar seperlima kawat baja Sektor 6 Citarum menanam 19.513 pohon rumput vertiver. Diharapkan dengan penanaman dan budi daya pohon tersebut bisa menghilangkan erosi di daerah-daerah rawan banjir.

Dibenarkan oleh Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum, Kolonel (Arh) Dodo Irwanto. Menurut Dodo penanaman pohon tersebut akan ditanam sepanjang sektor 6 dengan jarak‎ 9.745 m. Seperti diketahui sektor 6 ini berada di kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

"Tanaman rumput vertiver ini memiliki kemampuan luar biasa, akar-akarnya bisa menembus hingga 2-3 m menembus bebatuan. Selain itu kekuatannya juga hampir sama dengan seperlima kekuatan kawat baja, sehingga bisa mencegah erosi," kata Dodo di oxbow Bojongsoang, pada Minggu 12 Januari 2020.

Baca Juga: Hadirnya Zlatan Ibrahimovic Jadi Asa Kebangkitan AC milan

Dodo juga menyatakan akar rumput vertiver ini selain kuat juga memiliki fungsi luar biasa lainnya.

loading...

Fungsi tersebut di antaranya adalah memberikan nutrisi baik bagi tanah yang di bawahnya, akibatnya bisa menjadikan pohon-pohon di sekitarnya tumbuh baik.

"Bisa di lihat di sebelah sana, pohon-pohon di sekitar tanaman rumput vertiver tersebut memiliki daun-daun yang rimbun. Ini dikarenakan nutrisi tadi, sehingga tanaman rumput vertiver ini perlu juga dikembangan di daerah-daerah sepanjang Sungai Citarum," katanya.

Rumput vertiver, kata Dodo, bisa mencegah sedimentasi Sungai Citarum.

Seperti diketahui Sungai Citarum mengalami pendangkalan di sejumlah tempat dikarenakan sedimentasi ini dan juga diakibatkan oleh tumpukan sampah.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X