Kamis, 9 April 2020

Ramai di Medsos Perihal Waduk Jatiluhur Jadi Penyebab Banjir Bekasi, Pengelola Beri Konfirmasi

- 12 Januari 2020, 11:26 WIB
KONDISI Bendungan Ir H Djuanda atau Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Perum Jasa Tirta II membantah kabar bahwa banjir di Bekasi dan sekitarnya beberapa waktu lalu terjadi karena kondisi waduk ini.* /DOK. PERUM JASA TIRTA II

PIKIRAN RAKYAT - Perum Jasa Tirta II memastikan tinggi muka air di Waduk Juanda, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta masih dalam kondisi terkendali. Konfirmasi itu menyusul kabar di media sosial yang menyebutkan air di bendungan sudah tidak tertampung.

Kabar tersebut sebenarnya beredar sejak banjir besar terjadi di wilayah Bekasi awal 2020 lalu. Kalimat yang disebarkan warganet itu tertulis, "pintu Bendungan Jatiluhur telah dibuka dan akan sampai di Bekasi pada tengah malam".

Sekretaris Perusahaan Jasa Tirta II, Dadan Hidayat menegaskan kabar tersebut salah atau hoaks. "Sampai saat kondisi Bendungan Ir H Djuanda atau Waduk Jatiluhur masih sangat aman dan kondusif," katanya, Minggu 12 Januari 2020.

Baca Juga: Presiden Jokowi Datang Berkunjung, Abu Dhabi Siapkan Penyambutan di Istana Qasr Al Watan

Dalam keterangan persnya, Dadan menyebutkan tinggi air waduk saat ini 91,21 meter di atas permukaan laut. Sedangkan, elevasi cadangan banjir di waduk tersebut berada pada ketinggian 106,5 meter di atas permukaan laut.

Air kemudian dikeluarkan melalui pintu yang melalui turbin pembangkit listrik tenaga air. Dadan meyakinkan prosedur yang ditempuh saat ini sesuai rencana yakni dengan mengoperasikan tiga unit turbin dari enam unit yang terpasang.

"Sehingga, tidak benar bahwa Bendungan Ir H Djuanda membuang air dengan membuka seluruh pintu pembuang," ujarnya. Dadan menegaskan, tidak ada pintu air lainnya selain keenam pintu tersebut.

Baca Juga: Kasus Suap Bupati Indramayu Nonaktif Supendi, Pengacara: Kenapa Selalu Carsa?

Selain itu, air dari waduk tersebut juga tidak berkaitan dengan banjir yang terjadi di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Alasannya, aliran air dari waduk tidak ada yang mengalir ke sungai-sungai di daerah tersebut.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X