Sabtu, 4 April 2020

Status Tanggap Darurat di Jawa Barat Berakhir, Tanggap Bencana Bekasi Diperpanjang

KASUR pegas, sofa, hingga perabotan lainnya menumpuk di sekitar Perumahan Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin 6 Januari 2020. Sampah mewah ini terpaksa dibuang pemiliknya lantaran rusak diterjang banjir.* /TOMMI ANDRYANDY/PR

PIKIRAN RAKYAT - Masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor enam daerah Provinsi Jawa Barat telah berakhir pada 7 Januari 2020.

Dua daerah di provinsi tersebut, Kabupaten maupun Kota Bekasi, masih menjalani tanggap darurat bencana.

Pemerintah Kota Bekasi memperpanjang masa tanggap bencana hingga sepekan ke depan. Sementara Kabupaten Bekasi siaga hingga Mei 2020.

Baca Juga: Serahkan Rekaman CCTV Rumah ke Polisi, Teddy Rela Makam Lina Dibongkar demi Autopsi

Baca Juga: Spesifikasi KRI Usman Harun-359, Kapal Tempur Penjaga Natuna yang Ditinjau Jokowi Hari Ini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyalurkan Rp 6,75 miliar terhadap lima dari enam daerah yang ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat bencana banjir dan longsor kemarin.

loading...

PJ Sekretaris Daerah Jawa Barat Daud Achmad mengatakan, pihaknya belum ada rencana untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan longsor.

"Ada Rp 6,75 miliar dana tanggap darurat sudah sampai kemarin ditransfer. Di antaranya paling besar itu Kota Bekasi Rp 2 miliar, Kabupaten Bogor Rp 1,5 miliar lainnya Rp 1 miliar. Sampai saat ini tanggap darurat belum diperpanjang. Kalau kabupaten kota ada yang 14 hari," kata Daud, di Gedung Sate,  Bandung, Rabu, 8 Januari 2020.

Baca Juga: Soal Kasus Predator Seksual Reynhard Sinaga, Pemerintah Inginkan Ada Pengadilan yang Adil dan Terbuka

Diperpanjangnya status darurat bencana di Kota Bekasi, karena masih banyak wilayah yang belum tertangani, kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X