Minggu, 5 April 2020

Cerita Jaja Dipatuk Ular Kobra saat Banjir: Saya Silet Tangan Sendiri Agar Bisa Ularnya Keluar

- 3 Januari 2020, 21:27 WIB
JAJA, warga Kabupaten Karawang yang terkena gigitan ular kobra saat banjir melanda rumahnya.* /DODO RIHANTO/PR

PIKIRAN RAKYAT - Jaja (40), warga Kampung Ondang, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan terbaring pucat di ruang Rawamerta, Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Karawang, Jumat, 3 Januari 2020. Talapak tangan sebelah kirinya terlihat bengkak bahkan membiru.

Bersebelahan dengan Jaja, terbaring juga seorang bocah bernama Rizky Aditia (11), warga Desa Cilewo, Kecamatan Telagasari. Sama seperti halnya Jaja, jari Rizky pun terlihat membengkak.

Menurut keterangan Kepala Humas RSUD Karawang, H Ruhimin, kedua pasien itu dirawat di RSUD karena dipatuk ular berbisa. Sebelumnya, ada 13 pasien lainnya yang masuk RSUD dengan kasus yang sama.

"Saat ini tinggal 3 pasien terpatuk ular. Semuanya ditempatkan di ruang perawatan Rawamerta," kata Ruhimin.

Baca Juga: 11 Potret Miris Banjir Era Kolonial, Coba Bandingkan dengan Banjir Hari Ini

loading...

Pasien paling akhir yang masuk RSUD kerena dipatuk ular adalah Jaja. Dia nyaris tidak tertolong karena lambat berobat.

Keterangan Ruhimin dibenarkan oleh Jaja sendiri. Jaja mengaku terkena bisa ular kobra ketika banjir besar menerjang rumahnya, Rabu, 1 Januari 2020.

Saat itu, jelas Jaja, dirinya melihat ular berwarna hitam mengambang dipermukaan air banjir. Ular itu berupaya masuk ke dalam rumahnya.

Namun, sebelum ular benar-benar masuk ke dalam rumah, Jaja berhasil menangkap ular tersebut. Jaja pun langsung memasukkannya ke dalam karung.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X