Kamis, 2 April 2020

Warga Terdampak Tsunami Banten Dilatih Mengolah Sampah Organik

- 1 Januari 2020, 16:01 WIB
Salah satu warga di Hunian Sementara (Huntara) di Bukit Pasir Malang, Banten yang menerima dan telah merasakan manfaat dari hibah toren biogas‎ dari Universitas Indonesia pada Desember 2019.* /HUMAS UI

PIKIRAN RAKYAT - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang diketuai oleh Dosen FTUI Dr Cindy Rianti Priadi menggelar program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan pengolahan sampah organik.

Pelatihan berlangsung selama 14 hari pada bulan Desember 2019 yang ditujukan bagi masyarakat di Hunian Sementara (Huntara) di Bukit Pasir Malang dan Pondok Pesantren Darul Afkar, Pandeglang, Banten

Selain memberikan pelatihan, Tim Pengmas juga menyerahkan hibah berupa 11 unit Toren Biogas yang dapat mengolah sampah organik hingga 90 kg/hari dan menghasilkan biogas untuk memasak selama 30 – 60 menit/hari per unitnya.

Baca Juga: Tol Cikampek Terendam, Sejumlah Gerbang Tol Ditutup

“Awalnya, masyarakat mengeluh mengenai sampah yang tidak diangkut. Maka masyarakat kerapmembuang sampah di Tebing dekat Huntaralalu kemudian menguburnya dalam tanah. Hal tersebut menyebabkan adanya sumber bau yang tidak sedap dan menjadi sumber penyakit. Berangkat dari keluhan tersebut," kata Cindy dalam keterangan tertulisnya Humas UI, Rabu 1 Januari 2020.

loading...

Tim Pengmas berupaya memberikan solusi yang berkesinambungan dan ramah lingkungan di Desa Sumberjaya, Pandeglang, Banten Desa itu merupakan salah satu desa yang terkena dampak tsunami paling parah beberapa waktu lalu. Akibatnya, masyarakat harus mengungsi ke daerah yang lebih tinggi di Hunian Sementara (Huntara) di Bukit Pasir Malang‎

Salah seorang warg yang merupakankoordinator Huntara, Bapak Jamalmenuturkan, ‎warga selama ini membuang sampah di tebing.

Baca Juga: Awal 2020, Ribuan Relawan Gelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Kabupaten Tasikmalaya

"Biasanya saya buang sampah kalau tong sampah di Huntara udah pada penuh. Soalnya, daerah ini sampai sekarang masih belum diangkut sampahnya. Dulu pernah, tapi sekarang udah gak ada lagi," ujarnya. 

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X