Rabu, 19 Februari 2020

Nelayan Palabuhanratu Dukung Ekspor Benih Lobster, 'Urusan Perut Tidak Bisa Ditunda Lagi'

- 24 Desember 2019, 09:17 WIB
BENIH lobster.* /Didik Suhartono/ANTARA FOTO


PIKIRAN RAKYAT - Di tengah banyak penolakan ekspor benih lobster, ribuan nelayan di pesisir Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menganggap rencana ini angin segar.

Larangan penang­kapan sebelumnya malah dianggap merisaukan bagi para nelayan.

”Urusan ’perut’ tidak bisa ditunda-­tunda lagi. Terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, istri dan anak-anaknya,” kata Perli Rijal, tokoh nelayan Palabuhanratu, belum lama ini.

Permen tersebut, menurut dia, berbenturan ketika cuaca ekstrem yang ber­akibat hasil tangkapan nelayan berkurang.

Baca Juga: Godaan Penyelundupan Benih Lobster Menghantui, Pengepul di Pangandaran Ini Lebih Pilih Lingkungan daripada Ekspor

Para nelayan tidak memiliki pilihan lain, menangkap benih lobster merupakan salah satu cara bertahan hidup bagi para nelayan di pantai selatan.

Para nelayan, menurut Perli Rijal yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang HNSI Kabupaten Sukabumi, tidak mengerti dengan larangan pemerintah tersebut.

Larangan menjual benur dan lobster kurang dari 200 gram sangat merugikan nelayan.

”Padahal para nelayan berdalih menjual hewan laut yang banyak mengandung protein itu sama sekali tidak merugikan negara. Apalagi dengan ­menjual benur para nelayan sangat di ­untungkan, sehingga taraf hidupnya ­menjadi lebih baik dan sejahtera,” katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tawarkan Pangandaran Jadi Lokasi Budi Daya Lobster, Susi Pudjiastuti: Mestinya Pimpinan Daerah Belajar Mendalami Kebijakan Publik

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X