Jumat, 28 Februari 2020

Godaan Penyelundupan Benih Lobster Menghantui, Pengepul di Pangandaran Ini Lebih Pilih Lingkungan daripada Ekspor

- 24 Desember 2019, 09:05 WIB
RENCANA ekspor benih lobster menjadi sorotan bagi masya­ra­kat nelayan di tanah air. Seorang pengepul di Pangandaran mengaku sering didera godaan penyelundupan benih lobster namun lebih memikirkan dampak lingkungan.* /IRWANSYAH PUTRA/ANTARA FOTO


PIKIRAN RAKYAT - Rencana ekspor benih lobster menjadi sorotan publik setelah kerannya dibuka lagi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Bagi Rangga, seorang pengepul lobster dari Pangandaran, nominal ekspor sangatlah menggiurkan.

Godaan penyelundupan benih lobster pun sempat menerpanya ketika ekspor benur dilarang pada era Menteri Susi Pudjiastuti.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tawarkan Pangandaran Jadi Lokasi Budi Daya Lobster, Susi Pudjiastuti: Mestinya Pimpinan Daerah Belajar Mendalami Kebijakan Publik

Namun, Rangga mengaku lebih mempertimbangkan dampak ­buruknya dalam jangka panjang.

Dia merasa terpanggil untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian lobster, baik secara ekonomi maupun secara budi daya.

”Kalau pun kebijakan itu dilaksanakan dengan membuka keran ekspor benih lobster, pasti bibit lobster makin sulit dan bisa jadi semakin mahal. Habitat ­lobster di alam liar pun semakin langka,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Hingga saat ini memang belum ada yang melakukan budi daya lobster di Pangandaran. 

Baca Juga: Soal Ekspor Benih Lobster, DFW Duga Menteri Edhy Prabowo Tak Lihat Data

Rangga mengaku dirinya hanya sebagai pengepul, yang membeli hasil tangkap lobster berukuran sedang dari para nelayan.
­

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X