Kamis, 9 April 2020

Cianjur Dilanda 100 Bencana Alam Sepanjang 2019, Masyarakat Hidup di Atas “Bom Waktu”

- 19 Desember 2019, 15:25 WIB
BANJIR dan longsor menerjang Kecamatan Sukanagara dan Pagelaran, Kamis 21 Maret 2019* /DOK. BPBD CIANJUR

PIKIRAN RAKYAT - Menjelang tutup tahun 2019, tercatat telah terjadi 100 bencana alam di hampir seluruh wilayah Cianjur.

Sejumlah upaya antisipasi dan penanganan pun dilakukan, bahkan hingga menghidupkan kembali kebudayaan lokal untuk membangun kesadaran masyarakat.

Berdasarkan data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Cianjur, terjadi longsor/pergerakan tanah sebanyak 43 kasus, banjir 26 kasus, puting beliung 17 kasus, kebakaran hutan dan lahan 12 kasus, serta sekali gempa bumi.

Sekretaris BPBD Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan, masyarakat Cianjur sampai saat ini hidup di atas “bom waktu” karena termasuk ke dalam wilayah dengan indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia. Bahkan, dapat dikatakan persebarannya pun merata di seluru wilayah.

Baca Juga: Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Okupansi Hotel di Cianjur Utara Capai 70 Persen

”Semua potensi bencana ada di sini, makanya kita itu dekat dengan bencana setiap waktunya. Akhirnya menjadi tugas yang serius juga untuk kami, terutama dalam pencegahan supaya dampak bencana bisa diminimalkan,” ujar Irfan, Kamis 19 Desember 2019.

Ia mengatakan, banyaknya potensi bencana di sejumlah titik rawan yang tersebar di Cianjur, tidak sejalan dengan jumlah personil BPBD.

Sebanyak 49 personel harus siap siaga di wilayah seluas 365.000 kilometer persegi.

Hal itu menjadi salah satu kendala penanganan dan pencegahan kebencanaan di Cianjur.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X