Senin, 24 Februari 2020

8.712 Kendaraan Dinas di Bekasi Menunggak Pajak

- 15 Desember 2019, 19:30 WIB
ILUSTRASI pajak.* /DOK. PR

Baca Juga: Bekasi Direncanakan Akan Punya Japan Town, Kawasan Berorientasi Transit

“Itu biasanya kendaraan kayak avanza atau xenia gitu. Kalau untuk mobil yang agak mewah, seperti Fortuner dan Pajero maupun yang lainnya, sudah banyak yang dibayar, walaupun masih ada beberapa yang belum,” ucap dia.

Sesuai ketentuan, kata Agus, pajak kendaraan dinas sebenarnya relatif lebih murah dari pada kendaraan pada umumnya.

Kendaraan pelat merah diberi subsidi sebesar 0,5 persen dari nilai jual pajak yang diterapkan.

Agus menjelaskan, untuk hitungan pembayaran pajak kendaraan pelat merah, misalkan nilai jual di Samsat Rp 100 juta, lalu dikali bobot kendaraan perumpama 1.300, dan kali 0,5 persen.

Baca Juga: Menteri Agama Fachrul Razi Apresiasi Kinerja Pemkot Bekasi

“Tapi tergantung tahun dan tipe kendaraan. Yang pasti, angkanya di bawah mobil pribadi. Contohnya mobil pribadi Rp3 juta, paling untuk mobil pelat merah hanya Rp 1,2 juta. Hitungannya seperti itu, termasuk untuk kendaraan roda dua,” ucapnya.

Terkait tunggakan ini, lanjut dia, pihaknya telah melayangkan pemberitahuan kepada Pemkab Bekasi dengan tembusan pada Bupati.

”Kami sudah menghadap langsung ke bupati, dan sudah direspon. Mungkin secara administrasinya yang kurang baik. Dan kami berharap, semua pajak mobil dinas Pemkab Bekasi segera dibayar, supaya tidak timbul permasalahan di belakang hari,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Juanda Rahmat mengatakan, pembayaran pajak bukan merupakan kewajiban dari tiap organisasi perangkat daerah masing-masing. Dengan status pinjam pakai, pajak kendaraan dinas menjadi kewajiban pihak yang dipercaya menggunakan kendaraan tersebut.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X