Rabu, 22 Januari 2020

Lelang Jabatan Sekda Cirebon Sepi Peminat, Banyak yang Masuk Kriteria Tapi Ogah Mendaftar

- 15 Desember 2019, 19:09 WIB
Logo Kabupaten Cirebon.* /DOK PR

PIKIRAN RAKYAT - Pelaksanaan pendaftaran open bidding atau lelang jabatan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Cirebon, akhirnya diperpanjang. 

Perpanjangan pendaftaran dilakukan karena sampai dengan akhir pendaftaran yang digelar mulai 26 November sampai 10 Desember, tidak ada yang mendaftar sama sekali.

Setelah berkonsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara, panitia seleksi (pansel) akhirnya mengumumkan perpanjangan pendaftaran dilakukan selama sepekan mulai 12 Desember-18 Desember mendatang.

Baca Juga: Iradiasi Bisa Awetkan Makanan, Menristek Dorong Pemanfaatan Teknologi Nuklir

Sepinya peminat disinyalir dipicu rasa ewuh pakewuh, sejumlah pejabat eselon II b yang sebenarnya masuk kriteria untuk mendaftar, kepada Penjabat Sekda Anwar Sanusi, yang senior mereka.

Sementara Anwar tidak bisa mendaftar karena terhalang kriteria batas usia yang maksimal 56 tahun.

Masa aktif dinas Anwar Sanusi juga tidak lama lagi. Menurut informasi, tidak sampai dua tahun lagi, Anwar yang juga Kepala Badan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Cirebon, akan memasuki usia pensiun.

Baca Juga: Kabupaten Bandung Sabet Juara Umum Angkat Besi Liga Pora OPUD II 2019

Agar proses seleksi selanjutnya bisa dilakukan, minimal dibutuhkan empat orang pendaftar.

Padahal setidaknya ada lima pejabat di jajaran Pemkot Cirebon yang masuk kriteria untuk bisa mendaftar dalam lelang jabatan, namun sampai dengan penutupan tidak ada seorangpun yang mendaftar.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengakui, boleh jadi sepinya peminat mendaftar untuk ikut seleksi terbuka jabatan sekda, karena ewuh pakewuh.

Baca Juga: Dualisme di Tubuh PPP Berakhir, Tak Ada Lagi Islah

Menurut Azis sampai dengan Jumat 13 Desember 2019, belum ada satupun pejabat yang masuk kriteria ikut seleksi, meminta izin kepadanya untuk ikut seleksi, secara tertulis.

Salah satu persyaratan untuk mengikuti seleksi adalah izin pimpinan, yakni wali kota.

“Secara lisan sih ada. Tapi itu tidak berarti apa-apa. Sampai yang bersangkutan mengajukan surat resminya,” kata Azis.

Baca Juga: Ijtima 3.000 Ulama Akan Digelar di Bogor, Corong Pesan Perdamaian

Dikatakan Azis, meski sebagai wali kota yang notabene pimpinan sejumlah pejabat yang masuk kriteria, namun dia tidak dalam kapasitas bisa memaksa untuk ikut mendaftar atau tidak.

"Kalau saya kan tidak bisa memaksa seseorang untuk mendaftar atau tidak mendaftar. Apalagi pengumuman pendaftaran juga dilakukan secara terbuka secara online, siapa saja dari seluruh Indonesia bisa mendaftar, asal masuk kriteria," katanya.

Kalau sampai perpanjangan pendaftaran, juga tidak ada yang mendaftar, Azis bakal mengajukan permohonan agar Penabat Sekda yang sekarang, bisa didefinitifkan.

Baca Juga: 5 Pekerjaan yang Paling Dicari di Tahun 2020, Dari Drone Operator hingga Digital Marketer

"Tentu pengajuan permohonan harus mengikuti prosedur," tukasnya.

Azis sendiri mengakui sudah merasa cocok bekerjasama dengan Penjabat Sekda Anwar Sanusi.

Kriteria yang dibutuhkan seorang sekda, menurut Azis, ada pada diri Anwar Sanusi.

Menurutnya, selain kinerja Anwar Sanusi mumpuni dalam membantu kerja wali kota maupun wakil wali kota dalam menangani urusan kepemerintahan, juga responnya cepat dalam menanggapi setiap persoalan yang terjadi.

Baca Juga: Persib Bandung Akan Diuji Perseru Badak Lampung Sang Pembunuh Raksasa

"Hampir selalu ketika ada persoalan dan saya menelpon Pak Anwar untuk menanyakan atau meminta penjelasan, selalu dalam posisi sudah ditangani atau dalam proses penanganan. Sebelum Pak Anwar sempat memberikan laporan, saya keburu menelpon," kata Azis.

Posisi Anwar Sanusi sebagai Penjabat Sekda saat ini dalam masa perpanjangan yang kedua kalinya. Anwar dilantik menjadi Pj Sekda pertama pada 14 Agustus 2019 lalu, dan dilantik kembali untuk memperpanjang masa jabatannya pada 15 November 2019.

Pelantikan Anwar sebagai Pj Sekda dilakukan menyusul digesernya Asep Dedi dari jabatan Sekda menjadi Inspektur Kota Cirebon, dalam pelaksanaan mutasi dan rotasi yang dilakukan Rabu 17 Juli 2019.***


Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X