Sabtu, 25 Januari 2020

Kota Bogor Dikelilingi Ancaman Longsor, tetapi Sistem Peringatan Dini Hanya Satu

- 13 Desember 2019, 08:20 WIB
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, meninjau lokasi longsor di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat 6 Desember 2019.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR,(PR).- Sistem peringatan dini untuk bencana tanah longsor di Kota Bogor masih minim. Padahal, Kota Bogor dikelilingi ancaman longsor.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota BogorJuniarti Estiningsih, Kamis, 12 Desember 2019.

Berdasarkan data BPBD Kota Bogor sejak Januari-September 2019, tercatat telah terjadi 558 peristiwa.

Bencana tanah longsor menjadi yang paling sering dengan 155 peristiwa, disusul pohon tumbang 133 kali, rumah roboh 155 peritiwa, dan 62 peristiwa lainnya dari mulai evakuasi mayat, binatang, dan kecelakaan.

Baca Juga: 4000 Warga Kota Bogor Terpapar HIV-AIDS

Selain itu, ada 54 peristiwa kebakaran, 24 kali banjir, dan 13 tanah ambles.

“Hampir semua rawan longsor. Mungkin karena kultur tanahnya bergelombang, dan banyak dialiri sungai, mulai dari Ciliwung, Cisadane. Ada juga Sungai Cikaret, sementara longsor sekarang mulai menyasar permukiman padat penduduk terutama di kawasan bantaran,” kata Esti.

Menurut Esti, saat ini Kota Bogor hanya memiliki sistem peringatan dini rawan longsor di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Sistem peringatan dini tersebut merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

Sementara beberapa kawasan rawan banjir lintasan sudah memiliki sistem peringatan dini.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X