Sabtu, 6 Juni 2020

Perusahaan Besar yang Pajaknya Tinggi Patuh, Banyak Masyarakat Malah Tunggak PBB

- 10 Desember 2019, 16:09 WIB
ILUSTRASI pajak.* /DOK. KABAR BANTEN

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah mengejar target pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang masih tertunggak pada wajib pajak sekitar Rp 13 milyaran dari target pajak yang mencapai Rp 66 milyar di tahun 2019.

Pekan kemarin sejumlah kepala desa telah dikumpulkan untuk menakan tingginya tunggakan pajak tersebut agar mempercepat pelunasan.

Hal itu dilakukan karena dana PBB ini akan berdampak pada penyaluran Dana Alokasi Desa, terkait sumber dana DAD berasal dari PBB.

Baca Juga: Pengamat Politik Harap Hukuman Mati untuk Koruptor Jangan Sebatas Wacana Presiden Jokowi

Menurut keterangan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka Lalan Suherlan disertai stafnya Agus Yudi, dana PPB yang masih tertunggak di wajib pajak masih cukup tinggi, karena PPB semula ditargetkan bisa dilunasi wajib pajak paling lambat bulan Agustus.

Tunggakan pajak yang masih besar tersebut berada di sejumlah kecamatan yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan seperti Kecamatan Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Sumberjaya, Kasokandel, Jatiwangi, Palasah,  Dawuan, Kadipaten. 

Padahal saat ini pajak di wilayah etsrebut telah diturunkan kembali hingga 25 persenan.

Baca Juga: Dianggap Cacat Hukum, Pemilik Lahan Lakukan Perlawanan Saat Eksekusi Bekas Tempat Hiburan

Tunggakan pajak tertinggi saat ini berada di Kecamatan Kertajati, Jatitujuh dan Sumberjaya. Kebanyakan penunggak pajak tersebut berada di masyarakat karena perusahaan-perusahaan besar yang pajaknya tinggi justru lebih patuh.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X