Selasa, 28 Januari 2020

Pendidikan Pesantren di Jawa Barat Mampu Buat Kagum Dunia

- 9 Desember 2019, 20:20 WIB
Pesantren di Tasikmalaya yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, namun juga turut mengembangkan serta memberdayakan para santrinya.* /AI RIKA RACHMAWATI/PR

PIKIRAN RAKYAT (PR)- AKHIR November lalu dunia baru saja dibuat terkagum-kagum dengan sistem pendidikan pesantren di Jawa Barat (Jabar) yang mampu menggabungkan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (community building).

Selama ini dunia menganggap lembaga pendidikan Islam di manapun tidak memiliki fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Adalah Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Fathiyyah Pesantren Al Idrisiyyah, satu dari lima Koppontren yang membuat dunia berdecak kagum.

Baca Juga: Film Milea: Suara dari Dilan Tayang 13 Februari 2020, Vanesha Prescilla Bicara Soal Naik Kelas

Berbasis di Desa Jatihurip, Kampung Pagendingan Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kopponten pimpinan Ustadz Aka Bonanza itu sukses mengembangkan bisnis dengan puluhan jenis produk dan omzet miliaran rupiah.

Usaha yang digeluti Kopponten Fathiyyah mulai dari budidaya udang vaname, pabrik roti, percetakan, hingga properti. Sementara produk unggulannya simpan pinjam syariah (BMT), Qini mart dan Qini vaname tambak udang.

"Untuk udang vaname, pemasarannya sudah sampai ke luar negeri. Permintaan datang dari sejumlah negara, salah satunya Jepang," tutur Ustadz Aka, di Bandung, beberpa waktu lalu.

Baca Juga: Polri Klaim Tidak Akan Lama Lagi Ungkap Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Pesantren yang berdiri pada 1932 itu sudah memiliki koperasi sejak 1983. Pada 2018 Koppontren Fathiyyah Pesantren Al Idrisiyyah mendapatkan penghargaan Lencana Bhakti Koperasi dari pemerintah pusat.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X