Rabu, 26 Februari 2020

Jadi Daerah Lumbung Padi, Saluran Irigasi di Karawang Justru Alami Pendangkalan

- 9 Desember 2019, 15:25 WIB
Upaya pembersihan eceng gondok dari permukaan saluran irigasi sekunder di wilayah Kecamatan Batujaya.* /DODO RIHANTO/PR

KARAWANG (PR)- Jaringan irigasi teknis di wilayah Kabupaten Karawang sebagian besar sudah mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Kondisi tersebut sangat menggannggu sistem pengairan sawah di daerah lumbung padi tersebut.

Guna menormalisasi jaringan irigasi itu diperlukan upaya bersama antara Pemkab Karawang, Pemprov Jawa Barat, juga Pemerintah Pusat. Salian itu, pola gotong royong di kalangan petani harus dihidupkan lagi.

Baca Juga: Anggaran Rp 11 Miliar Disiapkan, Pilkades di Bekasi Diharapkan Kondusif

Demikian dikatakan Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Muharam, di kantornya, Senin 9 Desember 2019.

"Usia jaringan irigasi teknis di Karawang sudah tidak lagi muda. Kurangnya perawatan membuat saluran pengairan banyak yang rusak. Mungkin kerusakannya sudah mencapai 50 persen," ujar Muharam.

Disebutkan, jaringan irigasi di Karawang dibangun sejak jaman penjajahan Belanda. Hal itu terlihat dalam prasasti yang ada di Bendung Walahar yang dibangun pada Tahun 1923 dan difungsikan pada Tahun 1925.

"Kerusakan paling parah terjadi pada saluran sekunder dan tersier di bagian hilir. Sedimentasi dan sampah membuat aliran air tersendat," ucapnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X