Rabu, 29 Januari 2020

350 Olahan Kolang Kaling di Majalengka Raih Rekor MURI

- 8 Desember 2019, 15:45 WIB
OLAHAN kolang kaling dalam Festival Makanan Olahan.* /TATI PURNAWATI/PR

MAJALENGKA, (PR) - Museum Rekor Dunia-Indonesia memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka yang telah membuat makanan olahan kolang-kaling dengan jumlah olahan terbanyak hingga mencapai 350 olahan.

Festival makanan olahan ini dilakukan sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia yang diselenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Majalengka, di Lapangan GGM Majalengka, Minggu 8 Desember 2019.

Sejumlah peserta festival memamerkan minimal tiga jenis makanan olahan dari kolang kaling atau orang sunda menyebutnya caruluk. Diantara mereka ada yang baru mencoba membuat ada juga yang sudah mengolah dan menjadikannya sebagai bisnis sejak bertahun-tahun.

Siti Safaatul asal Desa Gunungwangi, Kecamatan Maja, misalnya, dia membuat 12 jenis makanan olahan caruluk, mulai minuman dingin yang dicampur dengan gula aren dan kopi, ada puding yang dicampur dengan keju atau susu serta sejumlah makanan lainnya.

Eneng Nuraini asal Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, membuat aneka makanan kering, bolu, grintie, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Kejurda Berkuda Digelar, Wagub: Pacuan Kuda Cibogo akan Dibenahi dari APBD 2020

Baik Siti maupun Eneng mengaku sama-sama baru mencoba membuat makanan olahan dari kolang kaling. Namun ketika dicoba dibuat ternyata rasanya enak.

Berbeda dengan Riyan Patriana yang telah tiga tahun memproduksi manisan kolang kaling dan pernah mengeskpornya ke Korea. Dia membuat tiga makanan olahan yang kesemuanya manisan, satu menggunakan gula merah dan satu jenis lagi menggunakan gula putih serta rasa madu.

Manisan kolang-kaling buatannya yang diproduksi di Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi ini lebih banyak dipasarkan di Bekasi melalui sebuah perusahaan ritel yang kemudian dipasarkan kembali ke beberapa toko lainnya. Pengiriman ke Bekasi dilakukan karena di Majalengka sendiri belum dilakukan uji coba pemasaran dengan jumlah banyak, khawatir jika kurang diminati.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X