Senin, 16 Desember 2019

Galian C di Gekbrong Cianjur Diduga Tak Berizin

- 4 Desember 2019, 17:29 WIB
PETUGAS kepolisian membawa anjing pelacak dalam proses pencarian korban tertimbun longsor di Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Rabu 4 Desember 2019.* /SHOFIRA HANAN

CIANJUR, (PR).- Lokasi terjadinya musibah di Galian C milik PT Triadi di Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong diduga tidak berizin.

Hal itu terungkap usai longsor yang hingga kini menimbun satu orang operator galian tersebut.

Kasatreskrim Polres Cianjur Budi Nuryanto mengungkapkan, dugaan tersebut masih ditelusuri dengan mencari keberadaan pemilik dan pengelola galian C untuk mengetahui kepemilikan izin dan hal lainnya.

”Kami baru memeriksa sejumlah saksi. Sementara, untuk pemilik atau pengelola galian C tersebut belum dilakukan. Masih dalam pencarian, kalau sudah ditemukan atau datang ke Polres langsung kami mintai keterangan, terutama terkait izin," kata dia, Rabu 4 Desember 2019.

Baca Juga: Cari Korban Tertimbun di Galian C, Polres Cianjur Kerahkan Anjing Pelacak

Keberadaan galian C tidak berizin dianggap merugikan daerah dari sisi pendapatan per tahunnya. Pasalnya, Pemkab melalui Badan pendapatan Daerah (Bapenda) tidak bisa menarik pajak dari aktivitas galian C tidak berizin.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Cianjur, Gagan Rusganda menjelaskan, pajak Galian mineral nonlogam dan batuan atau galian C merupakan salah satu jenis pajak daerah yang sampai saat ini realisasinya belum mencapai target yang ditetapkan.

Bahkan, dari target dari jenis pajak tersebut untuk tahun ini sebesar Rp. 5.944.500.000. Akan tetapi, dengan 12 galian C yang memiliki izin, realisasi sampai dengan November 2019, hanya sebesar Rp. 202.448.550.

Belum tercapainya target pendapatan dari Pajak Galian Mineral Non Logam dan Batuan, salah satunya dikarenakan banyaknya titik lokasi tambang yang tidak berizin sehingga pajaknya tidak dapat dipungut.***



Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X