Senin, 16 Desember 2019

Cerita Oyon dan Pentas Boneka Berjoget di Jalanan Tasikmalaya

- 4 Desember 2019, 16:48 WIB
OYON menampilkan pentas boneka berjoget di Jalan Pancasila, Kota Tasikmalaya, Rabu, 4 Desember 2019. Pentas kreatif tersebut cukup menghibur masyarakat.* /BAMBANG ARIFIANTO

TIGA orang berpakaian merah, bertopi, dan bertopeng putih itu berjoget bersama di tepi Jalan Pancasila, Kota Tasikmalaya, Rabu, 4 Desember 2019. Gerakkkan mereka begitu seragam seperti sudah terlatih. Mereka berjoget dengan berbanjar ke arah belakang.

Sejumlah warga yang tengah sibuk bekerja dan berbelanja di dalam deretan kios Jalan Pancasila pun melongokkan kepalanya mencari sumber bunyi yang mengajak badan ikut bergoyang tersebut. Sementara itu, tiga orang tersebut terus berjoget dan tak peduli dengan kepala-kepala yang menyembul keheranan dari dalam kios.

Mereka terus berjoget dengan lagu yang silih berganti berputar dari dalam kotak musik yang dibawanya. Ternyata, hanya satu orang yang benar-benar asli dari mereka. Dua orang yang seolah terlihat berjoget di urutan paling depan dan belakang ternyata hanya boneka yang digerakkkan.

Baca Juga: Kisah Mayor SL Tobing, Mahasiswa ITB yang Jadi Nama Jalan di Kota Tasikmalaya

Ya, si penggerak atau orang asli berada di urutan kedua atau paling tengah. Ialah yang sebenarnya berjoget dan menggerakan dua boneka dengan tongkat logam yang tersambung pada tangan dan kakinya.

Tak heran, ketika tangannya terayun, tangan boneka yang tersambung denga tongkat itu pun ikut terayun. Demikian pula saat kaki si orang orang asli mundur dan maju, kaki kedua boneka ikut serta dengan gerakan yang sama.

Pekerjaan unik ini dilakoni Oyon, 60 tahun, warga asal Kawali, Kabupaten Ciamis. Siang itu, Oyong menjejakan kaki di Jalan Pancasila untuk mencari rezeki dengan pentas di jalanan Kota Tasikmalaya. "Buat hiburan saja," kata Oyon, Rabu siang.

Baca Juga: Bank Emok Jerat Warga Kabupaten Tasikmalaya

Oyon memang punya latar belakang sebagai seniman calung. Ia juga bisa memainkan sejumlah alat musik serta kerap pentas dalam karnaval hari kemerdekaan 17-an di kampung halamannya. Ide membuat boneka yang berjoget tersebut pun muncul saat dirinya mengikuti karnaval 17 Agustus.


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X