Senin, 16 Desember 2019

Tunanetra pun Masih Bisa Menghafal Alquran

- 4 Desember 2019, 15:30 WIB
SALAH seorang penghafal Alquran tunanetra melantunkan ayat suci pada pengajian yang digelar di Gedung PPIB, Kota Bogor, Rabu 4 Desember 2019. Meskipun dalam keterbatasan fisik, para penyandang tunanetra bisa menjadi penghafal Alquran.* /WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

KETERBATASAN fisik dengan penglihatan tak sempurna bukan halangan bagi Erni Juhana (54) untuk menjadi penghafal Alquran. Perlahan namun pasti, wanita yang juga Ketua Yayasan Ashaba Hafizh Quran khusus tuna netra ini mampu menghafal lima juz dalam kurun waktu empat tahun.

Erni tak sendiri, bersama 40 penyandang tuna netra lainnya, Erni sama-sama belajar menghafal Alquran di sekretariat sementara mereka di Yayasan Ashaba Hafiz Quran di Jalan Raya Tajur, Gang Babadak, Kota Bogor. Erni sendiri merupakan Ketua Yayasan Ashaba, yang khusus mewadahi penghafal Alquran bagi penyandang tuna netra.

“Sebenarnya mengaji sudah dari kecil, enggak ada niatan untuk menghafal Alquran. Tetapi sejak 2013, saya rasa ada manfaat juga menghafal Alquran, jadi saat mengaji di mana pun tidak perlu membawa Alquran karena memang sudah hafal,” ujar Erni saat dijumpai di sela-sela pengajian akbar di Gedung PPIB, Kota Bogor, Rabu 4 Desember 2019.

Baca Juga: Berkecimpung di Bidang Olahraga Sampai Politik, Erick Thohir Diberikan Penghargaan

Erni mengatakan, 40 penyandang tunanetra sengaja datang ke yayasannya untuk belajar menghafal Alquran sejak 2013. Metode pembelajarannya terbilang sederhana, yakni menggunakan Alquran braile. Pengajarnya pun para penyandang tunanetra.

“Mereka kebanyakan datang atas kemauan sendiri, ada yang dari Citereup, Ciawi, Ciapus, juga Cibinong. Kalau ada kegiatan kita kumpul. Sebenernya enggak ada sekretariat tetap, jadi enggak bisa menampung mereka, enggak menginap,” kata Erni.

Saat ini, dari 40 anggota tunanetra yang bergabung dalam Yayasan Ashaba, ada beberapa orang yang sudah mampu menghafal Alquran hingga 10 juz. Mayoritas yang bergabung dari berbagai kategori usia, ada yang muda hingga yang tua seusianya. Nantinya, para penghafal Alquran tersebut akan diuji setiap tahunnya. Jika lulus, mereka akan diwisuda.

“Ada yang sampai ikut kompetisi juga. Sejauh ini yang bergabung usia dewasa ya, kalau anak-anak mungkin belum mengerti,” ucap Erni.

Baca Juga: Nelayan dan ABK Akan Jadi Peserta BPJAMSOSTEK


Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X