Jumat, 13 Desember 2019

Longsor, Pohon, dan Layang-layang Jadi Penyebab Terbesar Gangguan Listrik

- 4 Desember 2019, 13:12 WIB
ILUSTRASI perawatan jaringan listrik.* /ANTARA

BANDUNG, (PR).- Memasuki musim penghujan, PT PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Tengah (JBT) merelokasi sejumlah tower transmisi yang berada di area rawan longsor. Untuk wilayah Jawa Barat (Jabar), PLN UIT JBT menyiapkan tiga tower emergency yang semuanya ditempatkan di Kadipaten.

Demikian diungkapkan Senior Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum, Dyan Prasetya Rini, di Bandung, Rabu, 4 Desember 2019. Menurut dia, Kadipaten merupakan area yang paling rawan longsor di Jabar.

"Pergerakan tanah di daerah rawan longsong dapat membuat kedudukan tower bergeser atau miring. Kondisi ini dapat berakibat fatal bagi sistem ketenagalistrikan," katanya.

Baca Juga: Musim Hujan Dimulai, Warga Cimahi Masih Kesulitan Air Bersih

Oleh karena itu, menurut dia, sebelum memasuki musim penghujan, PLN UIT JBT telah melakukan pemetaan daerah sekitar tower transmisi yang dekat dengan titik rawan longsor. Berdasarkan pemetaan tersebut, 35 tower masuk dalam kategori kritis, 12 waspada, dan 20 dalam kategori pemantauan/pengawasan.

"Untuk Jabar, daerah rawan longsor di antaranya berada di Sumedang, Cililin, Majalengka, dan Cirebon," ujarnya.

Adapun area kerja PLN UIT JBT mencakup wilayah Jabar, Yogyakarta, dan Jawa Tengah (Jateng). Jabar merupakan daerah dengan derajat rawan longsor yang lebih tinggi dibandingkan dua provinsi lainnya.

"Daerah rawan longsor, menjadi penyebab gangguan sistem ketenagalistrikan ketiga terbesar setelah pohon dan layang-layang. Gangguan terbesar berasal dari ranting pohon," tuturnya.

Baca Juga: Belum Turun Hujan Hingga November, Beberapa Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X