Selasa, 7 April 2020

Terdakwa Kasus Video Asusila Garut Mengaku Pernah Lapor Polisi

- 4 Desember 2019, 10:06 WIB
ILUSTRASI penyebaran video asusila.* /DOK. PR

GARUT, (PR).- Kuasa hukum dari terdakwa kasus video asusila di Kabupaten Garut, mengaku telah melaporkan kasus penyebaran video asusila tersebut sebelum tersebar di media sosial ke Polres Garut. Namun kepolisian tidak menindaklanjutinya dengan alasan tidak ada bukti.

"Dia (terdakwa) lapor ke PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak), tapi disuruh cari dulu buktinya," kata Asri Vidya Dewi, kuasa hukum terdakwa berinisial VA, kepada Antara di Pengadilan Negeri Garut, Selasa, 3 Desember 2019.

Ia menuturkan, sebelum video asusila tersebut tersebar di media sosial, kliennya pernah melapor ke Polres Garut pada 6 Agustus 2019. Lalu video itu mulai tersebar di media sosial pada 13 Agustus 2019.

Namun, laporan terdakwa yang saat itu didampingi ibunya, kata Asri, tidak ditindaklanjuti sehingga akhirnya diselidiki polisi setelah tersebar di media sosial.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Ajak Anak Muda Berinternet Sehat, Aman, dan Menghasilkan

Menurut Asri, laporan terdakwa VA itu membuktikan VA sebagai korban dari perbuatan orang lain yang telah sengaja merekam lalu menyebarkannya ke media sosial.

"Klien kami hanya sebagai korban, karena sudah berusaha melaporkan video tersebut ke Polres Garut," katanya.

Ia menambahkan bahwa terdapat keanehan dalam kasus ini. Di antaranya, VA sebagai satu-satunya perempuan dalam video tersebut ditetapkan sebagai tersangka, bukannya korban.

Selain itu, lanjut dia, dalam berita acara penyelidikan, termasuk saksi dari penyidik, menyebut bahwa kasus tersebut terungkap berdasarkan laporan masyarakat. "Polisi bilang kasus ini didapatkan dari pengaduan masyarakat," katanya.

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X