Minggu, 31 Mei 2020

BPBD Kabupaten Bekasi Tetapkan 8 Kecamatan Rawan Banjir

- 4 Desember 2019, 01:05 WIB
KONDISI sungai Cikarang-Bekasi-Laut yang telah berwarna gelap akibat terkontaminasi limbah di Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Senin 10 Oktober 2019. Sungai ini merupakan bagian hilir dari Sungai Cileungsi dan Cikeas yang berhulu di Bogor.*/ TOMMI ANDRYANDY/PR /

CIKARANG, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi mewaspadai bencana memasuki musim penghujan. Salah satunya banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik.

Daerah yang banyak dialiri sungai serta berada di dataran rendah membuat Kabupaten Bekasi kerap terendam banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Adeng Hudaya menyebut delapan dari total 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi merupakan wilayah rawan banjir.

Baca Juga: Tak Berizin, Penambangan Bukit Tasikmalaya Terus Berlanjut

Kedelapan kecamatan itu rawan banjir karena berada di dua aliran sungai besar yakni Sungai Bekasi dan Citarum.

“Di antaranya Kecamatan Cabangbungin, Cikarang Timur, Pebayuran, Sukatani, dan Muara Gembong, yang merupakan wilayah aliran Sungai Citarum,” kata Adeng.

Kemudian tiga kecamatan lainnya berada di aliran Sungai Bekasi. “Ada Kecamatan Babelan, Tambun Utara, dan Tarumajaya yang dilewati aliran Sungai Bekasi. Ini juga jadi potensi banjir,” kata Adeng.

Meski begitu, kata Adeng, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait untuk langkah antisipasi.

“Jauh sebelumnya kami sudah ajukan normalisasi kemudian penyiapan sarana dan pra sarana. Kami berharap banjir tidak lagi terjadi,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X