Jumat, 13 Desember 2019

Balita Stunting Punya Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

- 3 Desember 2019, 09:50 WIB
ILUSTRASI balita.* /DOK.PR

BEKASI, (PR).- Dinas Kesehatan Kota Bekasi terus menekan angka stunting meskipun kondisi saat ini cenderung baik.

"Baik dalam arti, angkanya masih di bawah ambang batas nasional yang ada di kisaran 20 persen," kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanty Rohilawati usai peringatan Hari Kesehatan Nasional di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin, 2 Desember 2019.

Tanty menyebutkan, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2018, angka stunting pada anak usia 0-5 tahun di Kota Bekasi berkisar 16,7 persen.

Namun meski angkanya masih di bawah ambang batas nasional, Dinkes terus mengupayakan penekanannya demi kualitas hidup anak-anak Kota Bekasi yang lebih baik.

Baca Juga: Meski Turun Drastis, Kasus Stunting Masih Jadi Masalah di Indramayu

"Sebab stunting ini akan mempengaruhi kemampuan kognisi, pertumbuhan fisik, serta produktivitas hidup anak ketika dewasa. Anak yang mengalami stunting berisiko terserang diabetes juga penyakit jantung karena pertumbuhannya yang tidak mencapai tinggi tubuh normal," ucap Tanty.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati menambahkan bahwa upaya menekan stunting harus digencarkan bahkan sejak seorang anak masih dalam kandungan sang ibu.

"Masa dalam kandungan, lalu berlanjut pada 1.000 hari pertama kehidupan, anak merupakan momen penting pertumbuhannya. Pada momen ini, harus dipastikan asupan gizi anak mencukupi demi menunjang tumbuh kembang yang optimal," katanya.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X