Selasa, 7 April 2020

Meski Turun Drastis, Kasus Stunting Masih Jadi Masalah di Indramayu

- 28 November 2019, 17:15 WIB
ILUSTRASI balita.*/DOK.PR /null

INDRAMAYU, (PR).- Kasus stunting masih jadi persoalan bagi Kabupaten Indramayu. Data dari Dinas Kesehatan Indramayu, stunting masih diderita oleh puluhan ribu anak. Pemerintah daerah pun bertekad ingin menyelesaikan persoalan tersebut dengan segera.

Kepala Dinas Kesehatan Indramayu, Deden Boni Koswara mengatakan bahwa ada penurunan signifikan kasus stunting di Kabupaten Indramayu. Data terakhir jumlah balita di Indramayu kini ada 147.333 jiwa. Sementara itu, sebelumnya pada tahun 2017 jumlah balita di Indramayu sebanyak 138.188 jiwa dan 29,9 persen di antaranya stunting.

“Data terakhir tahun 2018 persentase stunting 20,4 persen,” ujar Deden, Kamis 28 November 2019.

Merujuk pada persentase tersebut, kasus stunting di Indramayu kini tergolong sedang yang sebelumnya tinggi. Deden mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah fokus mengatasi kasus stunting yang ada di Kabupaten Indramayu.

iBaca Juga: Tarling, Kesenian Khas Indramayu yang Nyaris Tenggelam

Kasus stunting bisa terjadi karena lemahnya pengawasan orang tua terhadap anaknya. Terkadang mereka kurang memberikan asupan gizi yang cukup pada awal kehidupan balita. Padahal seharusnya para orang tua memberikan gizi yang cukup pada 2 tahun usia balita. “Pada masa tersebut merupakan masa penentu perkembangan anak ke depannya,” tutur dia.

Untuk itu, tegas dia, peran orang tua sangat dibutuhkan guna menuntaskan kasus stunting yang diderita para balita tersebut. Seringkali karena lepas pengawasan anak-anak mereka tidak diperhatikan asupan gizinya. Pemahaman itulah yang terus diberikan kepada masyarakat. Para orang tua wajib memberikan makanan terbaik dengan mempertimbangkan gizi bagi anak-anaknya.

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengatakan bahwa kasus stunting memang menjadi persoalan yang belum teratasi di Kabupaten Indramayu.  Pemerintah daerah pun sudah berkomitmen untuk menuntaskan kasus stunting. Terlebih secara nasional pemerintah telah mencanangkan untuk bebas kasus stunting.     

Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni mengoptimalisasi layanan kesehatan bagi masyarakat. “Inovasi layanan kesehatan dimaksudkan untuk mengefisiensikan tindakan-tindakan yang mahal,” katanya. Semakin masyarakat mudah menjangkau fasilitas kesehatan maka diharapkan mereka akan mendapatkan edukasi terkait stunting.***

Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X