Jumat, 10 April 2020

Dari Doclang hingga Es Pala, Menjaga Kuliner Legendaris dari Kepunahan

- 23 November 2019, 19:08 WIB
SEJUMLAH warga mengantre menukarkan kupon dengan makanan dan minuman saat Festival Kuliner Legendaris Bogor 2019 di Lapangan IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 23 November 2019. Festival yang menyajikan aneka makanan dan minuman legendaris Bogor seperti toge goreng, laksa, doclang, soto kuning, asinan, es doger, bir kocok dan es cincau tersebut bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kuliner khas Bogor dan pangan lokal kepada generasi muda.*/ANTARA

Festival kuliner

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bogor Gozali mengatakan, dalam menjaga warisan leluhur khususnya kuliner legendaris, Pemerintah Kota Bogor menggelar festival kuliner legendaris.

Festival dengan menjajakan makanan legendaris khas Gang Selot seperti toge goreng, soto bogor, es pala, es cincau, es doger, laksa, dan makanan lainnya  diharapkan dapat menjadi ajang untuk mengenalkan makanan tersebut kepada generasi muda zaman kini.

“Harus kita sadari bahwa makanan-makanan legendaris ini mulai kalah pamor dengan makanan kekinian seperti donat-donat  atau burger ya. Coba anak sekarang mau enggak jajan kue ali, dodongkal? Pasti pilihnya donat. Kami ingin melalui even ini orang tua mengajak anaknya untuk menjajal kuliner-kuliner khas Bogor yang rasanya juga enggak kalah enak,” kata Gozali.

Tak hanya soal kuliner legendaris, berbagai even kompetisi berupa pengolahan  bahan pangan singkong juga dilakukan.

Hal tersebut bagian dari upaya mengajak masyarakat untuk mengganti kebutuhan karbohidrat utama beras menjadi singkong.

“Tanpa kita sadari singkong itu sebenarnya bahan pangan yang oke banget, semua bahan singkong ada di kita. Bukan karena kebunnya yang luas ya, tetapi pangsa pasarnya ada. Kita ingin ada pangan alternatif selain beras dan terigu, sehingga kita bisa mengurangi beban impor beras, dan juga terigu,” kata Gozali.

Festival kuliner legendaris di Lapangan Baranangsiang sendiri berlangsung selama dua hari, 23-24 November 2019.

Pada hari pertama, pengunjung bisa  menikmati  jajan kuliner khas Bogor seperti doclang, toge goreng, soto Bogor, mi kocok,  es bajigur, es pala, dan es cincau. Sementara hari kedua, pengunjung bisa mengicipi asinan jagung bakar, dan kuliner lainnya.

“Makanan ini enggak gratis, tetapi kami beri subdisi. Jika biasanya harga Rp 20 ribu, di sini bisa Rp 10 ribu. Pengunjung tinggal beli kupon ke panitia, acaranya berlangsung dari jam 8 sampai jam 5 sore,” ucap Gozali.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X