Rabu, 1 April 2020

Dari Doclang hingga Es Pala, Menjaga Kuliner Legendaris dari Kepunahan

- 23 November 2019, 19:08 WIB
SEJUMLAH warga mengantre menukarkan kupon dengan makanan dan minuman saat Festival Kuliner Legendaris Bogor 2019 di Lapangan IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 23 November 2019. Festival yang menyajikan aneka makanan dan minuman legendaris Bogor seperti toge goreng, laksa, doclang, soto kuning, asinan, es doger, bir kocok dan es cincau tersebut bertujuan untuk mengenalkan sekaligus melestarikan kuliner khas Bogor dan pangan lokal kepada generasi muda.*/ANTARA

“Kapan pertama kali kita mengenal doclang?, kapan kita mengenal toge goreng?,”  pertanyaan tersebut dilontarkan  Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuka sambutan dalam Festival Kuliner Legendaris Bogor di Lapangan Baranangsiang Institut Pertanian Bogor, Sabtu, 23 November 2019.

Bima menceritakan, dahulu ia pertama kali mengenal  toge goreng pada masa SMP.  Pada saat itu kantin di samping sekolahnya menjajakan kuliner legendaris Bogor seperti toge goreng, laksa, es pala dan makanan lainnya.

Kondisi tersebut rupanya berbanding terbalik dengan sekarang. Saat ini, bisa hampir dipastikan kantin di sekolah tak lagi menjajakan makanan khas Bogor.

Kantin banyak diisi makanan kekinian yang mungkin lebih digandrungi generasi masa kini.

“Saya mengenal toge goreng ya di sekolah, sementara anak-anak sekarang?  Berapa  banyak yang jajan toge goreng, seberapa popular doclang dibandingkan seblak atau makanan kekinian seperti makanan korea dan lain-lain. Kalau kita survey tentu jawabannya mengagetkan,” tutur Bima.

loading...

Berkaca dari hal itu, Bima mengaku khawatir, makin lama jajanan dan kuliner legendaris Bogor akan hilang.

Bima pun berharap, kantin sekolah bisa menjual kuliner legendaris yang rasanya tak kalah enak dengan jajanan kekinian.

Bima meyakini, anak-anak zaman kini lambat laun akan menggemari jika terbiasa disuguhi toge goreng, es pala, laksa, dan sejenisnya.

“Saya suka sedih sekarang makanan di kantin adanya burger, makanan korea. Kami perlu mengenalkan lebih jauh kuliner legendaris Bogor ini ke generasi sekarang. Bir kocong, doclang, dan toge goreng enggak kalah kok dengan kuliner kekinian.  Jangan sampai  makanan warisan leluhur kita punah pada waktunya jika tidak dilestarikan,” kata Bima.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X