Sabtu, 22 Februari 2020

Tingginya Angka Golput Jadi Ancaman di Pilkada Cianjur 2020

- 21 November 2019, 01:37 WIB
ILUSTRASI pilkada serentak.*/DOK PR

CIANJUR, (PR).- Tren partisipasi pemilih pada setiap gelaran Pilkada di Kabupaten Cianjur cenderung turun. Kegiatan safari pendidikan politik kepada masyarakat kini rutin dilakukan hampir semua kecamatan untuk mendongkrak partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 nanti.

Berdasarkan catatan KPU Kabupaten Cianjur, pada Pilkada 2006 angka partisipasi pemilih di kisaran 70 persen, kemudian pada Pilkada 2010 turun di kisaran 60 persen. Angkanya kembali turun pada Pilkada 2015 di kisaran 56 persen.

Sejumlah pihak pun berkoordinasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih, melalui sosialisasi melalui kegiatan-kegiatan terkait Pilkada. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Cianjur menargetkan, pada Pilkada 2020 dapat meningkatkan partisipasi hingga 80 persen atau setidaknya mempertahankan persentase pada Pilpres dan Pileg 2019 sebesar 75,52 persen.

"Kami menjadi bagian untuk ikut mendongrak tingkat partisipasi pemilih setiap pelaksanaan pesta demokrasi. Kami juga sudah melakukan upaya-upaya sejak tahun ini, supaya partisipasi pemilih bisa terdongkrak," kata Kepala Bidang Politik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, Rabu 20 November 2019.

Menurut dia, safari yang dilakukan hampir di semua kecamatan terus digencarkan. Sasaran safari pendidikan politik menghadapi Pilkada dan Pilkades serentak 2020 tersebut juga diberikan kepada kalangan pelajar yang notabene merupakan pemilih pemula. 

”Pemilih pemula ini sangat potensial. Kami punya program Go To School atau Go To Campus. Agar sosialisasi pendidikan politik ini lebih mengena, kami juga akan melaksanakan sosialisasi melalui jalan santai dan giat-giat rekreatif lainnya," kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, belum lama ini kegiatan sosialisasi itu dilakukan di Kecamatan Cipanas dan beberapa wilayah di selatan. Pada kesempatan tersebut, masyarakat diberikan pendidikan dan pengetahuan politik agar mereka lebih memahami keduanya.

Ia mengaku, bukan perkara mudah untuk mendongrak tingkat partisipasi pemilih. Pasalnya, hal itu dipengaruhi oleh tingkat kejenuhan masyarakat. ”Tapi kami optimistis, dengan gencar melakukan sosialisasi oleh semua pemangku kepentingan, tingkat partisipasi pemilih bakal sesuai yang diharapkan,” ucapnya.***


Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X