Sabtu, 6 Juni 2020

Pencemaran Terus Terjadi, Kondisi Sungai Citanduy di Tasikmalaya Tak Kunjung Membaik

- 19 November 2019, 00:29 WIB
WARGA menunjukkan kondisi Sungai Citanduy yang keruh dan kehitaman di Kampung Cipapagan, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin, 18 November 2019. Kondisi Citanduy tak kunjung membaik lantaran terus tercemar limbah.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

TASIKMALAYA, (PR).- Kondisi Sungai Citanduy tak kunjung membaik kendati sempat mendapat sorotan media massa dan masyarakat lantaran tercemar limbah beberapa waktu lalu.

Sungai tersebut masih berwarna hitam dan keruh. Pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat pun dinilai hanya memperhatikan Sungai Citarum dan luput memperhatikan keadaan Citanduy.

"PR" kembali menelusuri Citanduy di kawasan Kampung Cipapagan, Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin, 18 November 2019. Di lokasi yang sama beberapa waktu lalu, "PR" juga melakukan pemantauan setelah warga sekitar mengeluhkan kondisinya yang hitam dan diduga tercemar limbah. Hasilnya, tidak ada perbedaan keadaan sungai tersebut yang tetap kehitaman dan keruh.

Sejumlah warga Cipapagan juga mengamini kondisi itu. Nanang, 30 tahun mengungkapkan, kondisi terparah Citanduy dengan warna yang hitam dan lecek terjadi pada pagi dan siang hari.  

Nanang hapal betul perubahan warna Citanduy karena saban hari ia pergi ke sungai untuk mandi di kolam kecil di tepinya.‎ Air kolam pun berasal dari sawah bukan dari sungai yang sudah tak bisa dipakai lagi.

"Pembuangan semuanya ke sini," ucap Nanang saat ditemui di tepi Citanduy, Senin siang. Ia mensinyalir saluran pembuangan bukan hanya berasal dari pabrik kayu dan peternakan hewan yang selama ini santer disorot warga. Menurutnya, limbah juga berasal dari saluran pembuangan Puskesmas hingga rumah sakit. 

Ia mengaku tercemarnya Citanduy membuat warga sudah tak menggunakan airnya untuk keperluan mandi dan mencuci. Bahkan setiap hari ada saja ikan yang ditemui mengambang dan mati. Hal senada dikemukakan warga lainnya, Yudi, 36 tahun. Yudi tak tahu apa penyebab sejumlah ikan bisa mati di Citanduy setiap hari.

Tetapi ia memastikan kondisi Citanduy memang tak membaik. "Masih keruh, hitam," ucapnya. Ia menambahkan, praktik pembuangan limbah dilakukan bukan hanya di wilayah Kota Tasikmalaya. Limbah diduga berasal pula dari wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis. Ia mencontohkan, praktik pembuangan limbah pabrik tahu di Ciamis yang dibuang ke sungai di wilayahnya kemudian mengalir ke Citanduy.

Saat disorot media massa beberapa waktu lalu, keadaan Citanduy sempat agak membaik selaa 1-2 hari. Selepas itu, Citanduy kembali seperti semula. Ia menilai, praktik pembuangan limbah seperti dilakukan kucing-kucingan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X