Kamis, 5 Desember 2019

Dewi Sartika dan Kapten Muslihat Jadi Usulan Nama Alun-alun Kota Bogor

- 17 November 2019, 21:00 WIB
WARGA melintasi pendestrian depan Taman Topi, Kota Bogor, Rabu, 27 Februari 2019 lalu. Pemerintah Kota Bogor berencana mengubah Taman Topi menjadi alun-alun.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

BOGOR, (PR).- Nama pahlawan Dewi Sartika dan Kapten Muslihat diusulkan sebagai nama  alun-alun yang akan dibangun di Kota Bogor 2020 mendatang. Di sisi lain, budayawan mengharap nama alun-alun Kota Bogor nanti ikonik dengan Kota Bogor.

Salah seorang budayawan Ace Sumanta menuturkan, akhir pekan lalu, Pemerintah Kota Bogor mengundang tim peneliti dan pengkaji gelar daerah di Balai Kota Bogor.  Undangan tersebut berkaitan usulan dan saran pemberian nama alun-alun yang akan dibangun di lahan eks Taman Topi, Kota Bogor.

Dari pembahasan sementara, Provinsi Jawa Barat mengusulkan agar nama Dewi Sartika menjadi nama alun-alun tersebut. Seperti diketahui, alun-alun seluas 1,7 hektare itu nantinya memang akan dibangun menggunakan anggaran hibah Pemprov Jabar senilai Rp 15 miliar.

Sementara, Pemerintah Kota Bogor mengusulkan agar alun-alun Kota Bogor nanti diberi nama alun-alun Kapten Muslihat. Usulan itu datang dari Wali Kota Bogor Bima Arya.

Nama Kapten Muslihat disesuaikan dengan keberadaan patung Kapten Muslihat yang kini masih kokoh berdiri di Taman Topi. Selain itu, Kapten Muslihat memang dikenal sebagai pahlawan dari Bogor.

“Ini perlu diputuskan bersama sehingga tidak muncul kontraproduktif di kemudian hari. Nama-nama yang disebut tadi belum mengerucut, apakah persoalannya maskulin atau feminim. Artinya mau tokoh perempuan atau laki-laki,” ujar Ace Sumanta, Minggu, 17 November 2019.

Menurut Ace, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang sedang melakukan gerakan literasi nasional berkaitan dengan pahlawan Dewi Sartika.  Pahlawan tersebut sejatinya pahlawan besar dan dapat disejajarkan dengan RA Kartini. Namun demikian, namanya tidak setenar RA Kartini di kalangan pelajar.

Sementara Kapten Muslihat memang pahlawan dari Bogor. Namun budayawan saat ini juga sedang mengusulkan beberapa nama tokoh Bogor seperti MA Salmun, Marzoeki Mahdi, dan Soleh Iskandar sebagai nama pahlawan. Bukan tidak mungkin nama-nama tersebut juga bisa diusulkan sebagai nama pahlawan.

“Kita tinggal melihat keuntungan dan kelebihannya. Efektif atau tidak, atau punya ikon yang kuat atau tidak di Bogor. Itu semua harus dibahas bersama agar dapat mengerucut satu nama. Kita perlu mempertimbangkan kembali apa nama tokoh Bogor yang sekira jadi ikon di Jabar, supaya tidak muncul hal-hal kontraproduktif, yang utama kita  mendukung optimalisasi perwujudan alun-alun itu,” ucap Ace.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X