Minggu, 8 Desember 2019

Korpakem Dalami Aliran Kepercayaan di Bekasi

- 16 November 2019, 17:16 WIB
ILUSTRASI.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Korpakem) Kabupaten Bekasi bakal kembali mendalami keberadaan sejumlah aliran kepercayaan. Konsolidasi bakal dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut aktivitas aliran yang beberapa di antaranya difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia, sesat.

“Kami akan kembali melakukan konsolidasi untuk mengetahui perkembangan terkini aliran kepercayaan apa saja yang saat ini berkembang di Kabupaten Bekasi. Ini kami lakukan dalam sepekan,” ucap Ketua Korpakem yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari, Jumat, 15 November 2019.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, terdapat 13 aliran kepercayaan yang terdeteksi. Sebanyak tujuh aliran di antaranya dinyatakan sesat. Rara mengatakan, jumlah tersebut merupakan hasil pemetaan di Jawa Barat sehingga tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Yang kami sampaikan kemarin itu kan data se-Jabar, artinya memang bisa jadi tidak hanya terjadi di Kabupaten Bekasi. Namun kami pun dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi untuk mengetahui perkembangan terkini di Kabupaten Bekasi,” ucap Rara.

Selain untuk mengetahui perkembangan terbaru, konsolidasi dilakukan untuk mengetahui lebih jauh ajaran yang terdeteksi. Pada pembahasan sebelumnya, kata Rara, ditemukan ajaran kepercayaan lain yang tidak masuk dalam daftar 13, salah satunya Jamaah Nubuah atau Sangga Buana.

“Dalam konsolidasi kami, aliran Sangga Buana ini rupanya tidak masuk dalam daftar 13 belas. Maka, konsolidasi lanjutan akan dilakukan, serta pemetaan untuk mengetahui kondisi terbaru. Bisa jadi yang 13 itu tidak seluruhnya ada di Kabupaten Bekasi, karena sudah menyatakan taubat,” ucap dia.

Keberadaan aliran kepercayaan ini sebelumnya dipaparkan Rara saat menerima kunjungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, beberapa waktu lalu. Salah satu yang paling dibahas selain banyaknya aliran yaitu keberadaan Sangga Buana.

Informasi yang didapat, kata Rara, aliran Sangga Buana telah berlangsung lama namun baru terdeteksi sekitar 2018. Beberapa waktu sebelumnya, aliran ini telah dirasakan meresahkan oleh masyarakat.

“Kami akan lakukan konsolidasi dalam wakru dekat. Kemarin ada informasi ada pejabat atau dedengkot Sangga Buana sudah melakukan ikrar kembali ke Islam, ini masih dikonfirmasi lagi karena ini sensitif sifatnya, kami harus hati-hati seklai, tidak bisa disampaikan ke lapangan,” ucap dia.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X