Minggu, 8 Desember 2019

Respons Pernyataan Korpakem Bekasi, Ahmadiyah Menolak Disebut Sesat

- 14 November 2019, 19:24 WIB
MIRZA Ghulam Ahmad/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia menolak penyebutan aliran sesat kepada pihaknya. Tudingan semacam itu, apalagi oleh pejabat publik, dikhawatirkan memancing gejolak di tengah masyarakat.

"Kami sadar kami ini minoritas. Namun, kami (Ahmadiyah) adalah organisasi keagamaan formal, yang berbadan hukum. Kami sangat terbuka dan bah­kan berkontribusi bagi ma­syarakat," kata Koordinator JAI Jabar V Entang Rasyid Ahmad, ketika berkunjung ke kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 13 November 2019 sore.

Entang datang bersama Koordinator Mubalig JAI Jabar V Hafizurrahman Danang dan Ketua JAI Bandung Tengah Denny Mochamad Rizkiana.

Mereka mengklarifikasi pemberitaan yang memuat pernyataan Kejari Kabupaten Bekasi Raden Rara Mahayu Dian Suryandari yang memasukkan Ahmadiyah ke dalam tujuh aliran sesat.

Entang menyayangkan ucapan seperti itu datang dari pejabat publik yang mestinya menjamin keamanan beribadah bagi setiap warga negara.

Dia khawatir sikap sepihak seperti ini bakal memicu potensi konflik di tengah masyarakat.

Apalagi selama ini para penganut Ahmadiyah di berbagai daerah sudah mengalami pendeskreditan, bahkan persekusi. 

"Masyarakat memandang Ahmadiyah, lalu memberi stigma, salah satunya dari ucapan pejabat publik yang disampaikan lewat media. Kami harap tidak ada lagi kejadian seperti ini," katanya.

Hafizurrahman mengklarifikasi beberapa klaim sepihak soal ajaran dan kitab suci yang disebut sesat serta menyimpang.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X