Rabu, 11 Desember 2019

Ada 1.300 Investor Kampoeng Kurma Bogor Belum Mendapat Hak

- 14 November 2019, 19:13 WIB
Investasi/ANTARA

BOGOR, (PR).- Kondisi manajemen dan keuangan PT Kampoeng Kurma diketa­hui sedang tidak sehat. PT Kampoeng Kurma telah menjual sekira 4.300 kaveling tanah kepada para investornya. ­Namun, ada sekitar 1.300 investor yang nasib kavelingnya belum jelas.

Hal itu diungkapkan Koordinator Tim 10, Tribudi, saat menggelar konferensi pers di Kantor PT Kampoeng Kurma, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Rabu 13 November 2019.

 Tim 10, menurut Tribudi, adalah tim independen yang mewakili 1.632 investor PT Kampoeng Kurma dari 6 kawasan lahan kurma yakni di Cirebon, Jonggol, Cipanas, Jasinga, Koleangan, dan Tanjungsari.

Menurut Tribudi, kekecewaan para investor berawal dari tidak direalisasikannya hak mereka.

Berdasarkan rencana yang di­sepakati, mestinya para investor sudah mendapat hak kaveling dan pengelolaan lahan kurma itu setahun lalu.

Akan tetapi, karena kondisi keuangan tidak sehat, hak investor tertunda. 

”Kondisi itulah yang mengawali dibentuknya Tim 10. Tujuannya, agar pemberian hak investor tidak berhenti di tengah jalan. Soalnya, beberapa kaveling sudah banyak yang dibeli dan ada yang sudah dibayarkan 100 persen. Kami mendorong Kampoeng Kurma bertanggung jawab, terutama direksi lama yang mengelola ke­uang­an para buyer,” katanya.

Tribudi tidak bisa memastikan bahwa investasi lahan kurma itu bisnis fiktif.

”Kalau dibilang bodong, kita juga bingung. Tanahnya ada kok. Di Jonggol misalnya. Ada pohon kurma yang sudah berbuah. Bahwa ada yang enggak puas, itu wajar,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X