Sabtu, 22 Februari 2020

Dendeng Daun Singkong, Oleh-oleh Purwakarta yang Berawal dari Ngidam

- 6 November 2019, 17:59 WIB
Chriftylia Firjayanti (32) menata produk dendeng daun singkong, yang kini menjadi salah satu oleh-oleh khas Purwakarta.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

BERAWAL dari ngidam saat hamil, Chriftylia Firjayanti (32) akhirnya membuat produk makanan kesukaannya, dendeng daun singkong. Setelah produknya dijual sebagai oleh-oleh asal Purwakarta, ia bisa mendapatkan omzet kotor hingga Rp10 juta per bulan.

Chriftylia mengaku gemar memakan dendeng daun singkong sejak tinggal di rumah mertuanya di Pekanbaru selama satu tahun. "Setelah pulang ke Pasawahan, Purwakarta, saya ngidam itu tapi di sini tidak ada. Akhirnya saya buat untuk sendiri ternyata banyak yang suka," katanya, Selasa, 5 November 2019.

Keputusannya untuk menjual masakannya itu muncul setelah melihat potensi daun singkong yang melimpah di sekitar rumah orang tuanya. Setelah empat kali percobaan memodifikasi resep, akhirnya Chriftylia berhasil membuat produk dendeng daun singkong yang berbeda.

Bedanya dari masakan dendeng daun singkong khas Pekanbaru Riau yang basah ialah produk buatan Chriftylia itu sengaja dibuat kering. Tujuannya agar lebih tahan lama dan bisa dijadikan cemilan. Ibu beranak dua itu menamakan produknya dendeng daun singkong Incu Abah.

Seiring waktu, bisnisnya terus berkembang. Dari awalnya hanya dijual kepada orang-orang di sekitarnya, kini Chriftylia telah memasarkan produk tersebut di toko oleh-oleh Purwakarta, Galeri Menong. "Untuk masuk ke sana ternyata ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dulu," katanya.

Salah satu persyaratannya ialah memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT). Untungnya, Chriftylia mengaku cukup mudah menjalani proses mengurus dokumen tersebut sehingga ia pun bisa cepat memasukkan produknya ke Galeri Menong pada 2017.

Setelah dipasarkan di sana, Chriftylia mengaku bisa mendapatkan omzet yang lebih banyak hingga menghabiskan bahan baku daun singkong sebanyak 40 kilogram dalam sepekan. Produk dendeng daun singkong itu kini dijual seharga Rp13.000 per bungkus.

"Saya memproduksi dua kali dalam seminggu dibantu empat orang pekerja di rumah saya di Sadang," katanya. Proses pembuatannya juga tergantung pada kondisi cuaca yang cerah untuk menjemur daun singkong yang telah diolah.

Ia pun membagi cara membuat dendeng daun singkong tersebut. Dimulai dengan memilih daun singkong muda yang berada di dekat pucuk. Chriftylia juga tidak menggunakan daun dari pohon singkong liar atau biasa disebut singkong karet.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X