Senin, 17 Februari 2020

Dinas Klaim Telah Bertindak, Meski Kondisi Sungai Cilemahabang Tak Kunjung Pulih

- 6 November 2019, 16:59 WIB
RIPAH (73), berjualan mi ayam di sekitar bantaran Kali Cabang yang tercemar limbah di Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi. Dinas LIngkungan Hidup mengklaim telah menindak perusahaan yang mencemari lingkungan. Namun, faktanya kondisi sungai yang kunjung pulih.*TOMMI ANDRYANDY/PR

CIKARANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi mengklaim telah melakukan serangkaian tindakan tegas terkait pencemaran yang terjadi di Sungai Cilemahabang. Namun, faktanya, penindakan tersebut tidak membuat kondisi sungai pulih. Sungai tetap tercemar, bau dan menghitam.

Kepala Bidang Penataan dan Penegakkan Hukum Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Arnoko membenarkan adanya pencemaran yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di sekitar aliran sungai Cilemahabang. Maka dari itu, sejumlah perusahaan telah diberikan sanksi hingga penutupan saluran pembuangan.

“Kami sudah ambil tindakan tapi tidak tahu dengan bidang lain. Ada beberapa yang kami tutup saluran pembuangannya, ada yang kami sanksi juga perusahaannya. Tapi pertanyaannya, apakah itu cukup? Jelas tidak. Kalau yang lainnya tidak bergerak ya berarti tidak bisa,” kata Arnoko, Selasa, 5 November 2019.

Diungkapkan Arnoko, penindakkan tersebut merupakan salah satu hasil dari pengambilan sampel air yang kemudian diuji di laboratorium. Namun, diakui dia, belum seluruh perusahaan yang terindikasi mencemari lingkungan telah ditindak.

Soalnya, kewenangan pengujian berada di bidang pengendalian lingkungan. Sedangkan, penindakkan hanya akan dilakukan jika hasil identifikasi yang dilakukan tim dari pengendalian lingkungan telah diterima.

“Kami dari data yang itu kami turun ke lapangan, beri sanksi atau tutup saluran pembuangan. Sedangkan perusahaan lainnya, kami masih menunggu dari bidang lainnya. Pengidentifikasian, penginventarisasi tercemar, siapa yang membuang, perusahaan siapa saja itu menjadi kewenangan pengendalian,” ucap dia.

Sedangkan dari sejumlah penindakkan yang dilakukan, lanjut Arnoko diberikan kepada perusahaan yang membandel. “Tapi ada juga yang bukan perusahaan yang juga membuang. Ini sedang ditelusuri,” ucap dia. Hanya saja, Arnoko tidak bisa menyebutkan jumlah perusahaan yang ditindak.

Menurut dia, penanganan terhadap pencemaran lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui penindakkan tegas. Lebih dari itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Selain menyisir sungai yang tercemar, harusnya turut disisir pula kelengkapan dokumen tentang lingkungan hidup.

Dalam beberapa kasus, lanjut dia, banyak ditemukan perusahaan yang justru tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Padahal, perusahaan tersebut bergerak di sektor yang menghasilkan limbah berbahaya dan beracun.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X