Minggu, 26 Januari 2020

Afridza Syach Munandar, Pembalap Berbakat Asal Tasikmalaya Itu Berpulang di Sepang

- 3 November 2019, 22:14 WIB
AFRIDZA Syach Munandar.*/DOK INSTAGRAM AFRIDZA

PANGGILAN video diterima Ersa Mayasriwenda, 45 tahun pada Sabtu, 2 November 2019, pukul 06.30 WIB. Sang anak, Afridza Syach Munandar, 20 tahun meminta restu sebelum balapan di Sirkuit Sepang Malaysia.

"Assallamualaikum bu, kakak sekarang balapan race 1, mohon doa dan dukungannya," tutur Irwan Munandar, ayahanda Afridza menirukan ucapan putranya sulungnya tersebut saat ditemui "PR" di kediamannya‎ Perum Tamansari Indah D 9, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Minggu, 3 November 2019.

Tak dinyana, panggilan tersebut merupakan kontak terakhir pembalap asal Kota Tasikmalaya tersebut dengan keluarganya. Afridza meninggal setelah mengalami insiden di sirkuit saat mengikuti kejuaraan ‎Idemitsu Asia Talent Cup 2019.‎

Irwan menyebut anaknya terlihat sedikit lemas dan capek. Irwan mafhum jadwal putranya sangat padat. Dalam sebulan, ia bisa mengikuti empat kali kejuaraan.  Kendati begitu, Afridza terlihat bersemangat.

Ya, pembalap tersebut memang berpeluang menjadi juara dalam balapan tersebut. Pada beberapa serie sebelumnya, Afridza sempat menduduki peringkat 5, 3, 2 dan 1 di Qatar, Thailand dan Malaysia.  Pada kejuaraan yang sama di 2018, ia pun meraih peringkat kedelapan.

Nasib berbicara lain ketika pemuda kelahiran Kota Tasikmalaya pada 13 Agustus 1999‎ menghembuskan napas terakhirnya selepas mengalami kecelakaan di awal start. Irwan tampak tegar kendati raut sedih dan kuyu memancar dari wajahnya. Sementara itu, Ersa tak kuasa mencucurkan air matanya saat menerima kedatangan sejumlah pelayat ke kediamannya. Pembalap berbakat itu dikenal santun dan rajin beribadah.

Setiap akan mengikuti kejuaraan, Afridza tak pernah alpa meminta doa restu seluruh keluarganya. "Sudah kebiasaan mau balapan di dalam mau pun luar negeri," ucap Irwan.

Selain itu, Afridza sangat berdisiplin latihan guna menempa kemampuannya. Jika sedang tak mengasah kemampuan balapnya, Afridza rajin berolahraga. Hari-harinya dihabiskan dengan bersepeda, renang dan berlatih di pusat kebugaran. Sebagai pembalap, ia tahu betul tubuh yang sehat dan prima menjadi modalnya berlaga dalam berbagai kejuaraan.

Namun di balik kemampuannya memacu kendaraan, Afridza ternyata sosok yang pendiam. Ia memutuskan terjun di dunia balap profesional sejak duduk di kelas satu SMP. Kemampuannya ditempa dengan berlatih di Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya di bawah bimbingan Bayu Aditya, kerabatnya. Hingga akhirnya, Afridza masuk tim balap Kuya Nyuruntul dari Bandung. Hidupnya memang tak bisa dilepaskan dari dunia balap. 

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X