Minggu, 8 Desember 2019

Pekerja Tewas Tertimpa Material Fondasi Jembatan

- 30 Oktober 2019, 20:58 WIB
KENDARAAN bus 3/4 melintas di jembatan Sasak Putih di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka yang tengah diperbaiki.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Seorang pekerja pembangunan jembatan Sasak Putih di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Eko Santoso (25)  warga Blok Sumur Sindu RT 01 RW 04 Desa Sumber Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, tewas seketika diduga tertimpa material fondasi jembatan, Selasa (30/10/2019).

Menurut keterangan Kapolsek Jatitujuh, Ajun Komisaris Polisi Asep Supriyadi, berdasarkan keterangan beberapa saksi, musibah yang menewaskan korban terjadi Selasa sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu korban bersama beberapa temannya di antaranya, Lukman Hakim (33), Endrayana (28), Faisal (20) Idot (21) serta Taspin (21) kesemuanya warga Sumber,  tengah mengerjakan proyek jembatan dengan posisi berada di bagian bawah jembatan. Mereka sedang mengangkut galian dengan cara estafet untuk memudahkan dan mempercepat pengerjaan,  hanya tiba - tiba material bekas fondasi jembatan lama yang berukuran sekira 100 x 50 cm runtuh dari ketinggian sekira 4 meter dan langsung menimpa tubuh korban.

Saat itu juga teman sekerjanya langsung memberikan pertolongan dengan cara mengeluarkan korban dari himpitan urugan tanah untuk segera dievakuasi dan  dibawa ke Puskesmas Jatitujuh. Namun karena petugas  Puskesmas mengelauarkan rujukan agar korban bawa ke RSUD Cideres, namun nyawa korban tidak tertolong.

“Kami mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 17.30 WIB, korban sudah dievakuasi. Berdasarkan keterangan saksi, korban sedang mengerjakan proyek perbaikan jembatan Sasak Putih di Desa Panyingkiran,” ungkap Asep.

Hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan material bekas fondasi jembatan lama dengan ukuran sekira 100x50 cm pada bagian kolong jembatan dan ditemukan saksi yang saat itu bekerja bersama korban.

Disampaikan Kapolsek, kini keluarga korban dengan pelaksana pembangunan jembatan telah melakukan pertemuan, kedua belah pihak sepakat kejadian tersebut dianggap sebagai musibah dan tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X