Minggu, 8 Desember 2019

Perahu Terbalik di Santolo, Satu Nelayan Tewas dan Satu Lainya Hilang

- 28 Oktober 2019, 15:32 WIB
ILUSTRASI kapal terbalik.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Diduga akibat gelombang ekstrim, sebuah perahu nelayan di Pantai Santolo terbalik. Akibatnya seorang nelayan ditemukan tewas dan seorang lagi hingga kini dinyatakan hilang.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, peristiwa naas yang menimpa dua nelayan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet itu terjadi Minggu 27 Oktober 2019 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu perahu baru saja kembali ke pelabuhan seusai mencari ikan di laut.

"Saat perahu baru saja kembali ke pelabuhan di kawasan Pantai Santolo, tiba-tiba terbalik dan kedua nelayan yang ada di dalam perahu tercebur ke air. Hal ini diduga terjadi akibat gelombang di pantai yang saat itu terbilang ekstrem," ujar Tubagus.

Sejumlah nelayan lain yang mengetahui ada perahu terbalik, tutur Tubagus, langsung berupaya memberikan pertolongan. Namun kedua nelayan yang berada di dalam perahu yang terbalik itu sudah telanjur terseret ombak.

Dikatakannya, upaya pencarian terus dilakukan terhadap dua nelayan yang jatuh dari perahu dan terseret ombak. Beberapa saat kemudian, salah seorang nelayan bernama Eli (65) yang merupakan warga Kampung Kiarakohok, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, berhasil ditemukan akan tetapi sudah dalam keadaan meninggal. 

Sedangkan satu nelayan lainnya yang diketahui bernama Ade Miftahudin (58), warga Kampung Apid, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, hingga saat ini masih belum berhasil ditemukan. Upaya pencarian yang melibatkan petugas gabungan dengan dibantu nelayan dan warga terus dilakukan.

"Musibah terjadi justeru saat mereka akan kembali. Saat itu mereka sudah sampai di gerbang pelabuhan dan tiba-tiba perahu mereka terbalik diterjang gelombang," katanya.

Menurut Tubagus, tinggi gelombang di wilayah pantai selatan Garut saat ini memang terbilang ekstrim dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 3 meter. Sedangkan titik aman tinggi gelombang sendiri berada di kisaran 1,5 meter.

Disamping kondisi gelombang yang tinggi, Tubagus juga menuturkan kondisi kabut di seputar pantai saat itu cukup pekat. Hal ini juga cukup membahayakan karena jarak pandang yang sangat terbatas.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X