Kamis, 12 Desember 2019

Kantor Desa Tak Sesuai Sepesifkasi, Kades Karyajaya Menjadi Tersangka

- 28 Oktober 2019, 15:56 WIB
ILUSTRASI dana desa.*/DOK. PR

GARUT, (PR).- Upaya penanganan tindak pidana korupsi (tipikor) di wilayah Garut terus dilakukan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Sejumlah kasus dugaan korupsipun kini tengah ditangani secara serius.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, menyebutkan salah satu kasus tipikor yang saat ini tengah ditanganinya adalah dugaan korupsi yang melibatkan Kapala Desa (Kades) Karyajaya, Kecamatan Bayongbong. Saat ini ES, Kepala Desa Karyajaya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya tutur Deni, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk ES kaitan dengan dugaan korupsi dana desa. ES diduga telah menyelewengkan dana sebesar Rp 414 juta demi kepentingannya pribadi.

"Dana sebesar itu diambil tersangka ES dari beberapa sumber. Ada kegiatan fiktif dan ada juga kegiatan pembangunan yang pengerjaannya tak sesuai spesifikasi," ujar Deni, Minggu 27 Oktober 2019.

Diungkapkannya, dari dana desa yang telah didapatkannya, ES telah menyisihkan sebesar Rp 175 juta. Dana tersebut disebutkannya untuk pembangunan jalan lingkungan akan tetapi hingga kini pengerjaannya tak pernah dilaksanakan.    

Ulah ES ini tentu saja telah menimbulkan tanda tanya besar pada masyarakat desanya. Masyarakat yang mulai kesal dengan ulah ES ini pun sempat mempertanyakan hal itu akan tetapi masih saja tak ada realisasi.

Kekesalan warga, tutur Deni, kian menjadi-jadi manakala ES juga diduga telah menyelewengkan dana dari program pembangunan lain di desanya. Warga menemukan adanya pengerjaan sejumlah proyek pembangunan yang dinilai tak sesuai spesifikasi termasuk proyek pembangunan kantor desa.
 
"Selain anggaran untuk pembangunan jalan lingkungan dan kantor desa, warga juga mempermasalahkan anggaran untuk pembangunan irigasi yang juga diduga telah diselewengkan tersangka ES. Nilai uang yang diduga telah diselewengkannya pun lumayan besar," kata Deni kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.
 
Deni juga menjelaskan, dalam penanganan dugaan perkara korupsi ini pihaknya melakukan audit kepada anggaran desa dengan nilai Rp 1 miliar lebih. Hal ini untuk melihat dimana saja anggaran yang dikorupsi oleh ES.

Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan tambahnya, memang terdapat indikasi penyelewengan yang dilakukan ES sehingga pada akhirnya statusnya ditetapkan menjadi tersangka. Anggaran yang diduga dikorupsi ES yakni anggaran desa tahun 2017-2018.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X