Rabu, 11 Desember 2019

Termakan Isu Begal, Warga Sumedang Takut Keluar Malam Hari

- 27 Oktober 2019, 12:20 WIB
ILUSTRASI begal.*/DOK. PR

SUMEDANG,(PR).- Polisi Resort (Polres) Sumedang, memastikan bahwa informasi soal maraknya aksi begal di wilayah hukum Sumedang hanya sebatas hoaks. Sebab berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Polres, kabar begal yang tersebar di media sosial itu ternyata sebenarnya tidak ada.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP. Niki Ramdhany mengatakan, dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir, warga di wilayah Kabupaten Sumedang, memang telah diteror oleh isu begal.

Isu begal ini, lanjut Niki, disebarluaskan melalui media sosial Facebook. Aksi pelaku dalam penyebaran hoaks ini, memang telah berhasil membuat warga Sumedang resah. Sampai-sampai warga pun tidak berani keluar malam karena takut menjadi korban begal.

Betapa tidak begitu, dalam menyajikan isunya, si pelaku menyertakan foto dan motor yang menjadi korban sasaran begal, sehingga kabar bohong itu pun terlihat seperti nyata dan benar terjadi.

"Namun setelah kami telusuri ke RSUD dan ke RS Pakuwon, ternyata di sana tidak ada korban pembegalan yang di rawat seperti yang dikabarkan di medsos," katanya, Jumat 25 Oktober 2019.

Bahkan saat nomor polisi motor korban begal itu ditelusuri, ternyata pemilik motor tersebut dalam kondisi baik-baik saja dan tidak keluar rumah selama empat hari.

Atas dasar hasil penelusuran tersebut, Polres akhirnya menyimpulkan bahwa kabar begal di Sumedang yang menyebar luas di media sosial itu sebenarnya hanya hoaks.

Untuk itu, Satreskrim Polres Sumedang akhirnya bergerak menelusuri berbagai postingan hoaks yang telah membuat warga resah tersebut.

"Karena informasi itu bohong, jadi kami akhirnya telusuri penyebarnya. Sekarang penyebar hoaks begal tersebut sudah berhasil kami tangkap," kata Niki.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X